IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

Laba Melesat 1.869 Persen di Kuartal I, Mitra Adiperkasa (MAPI) Sebut Segmen Ini Pemicunya

20/05/2022, 17:40 WIB

Laba Melesat 1.869 Persen di Kuartal I, Mitra Adiperkasa (MAPI) Sebut Segmen Ini Pemicunya

EmitenNews.com - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) hingga kuartal I-2022 membukukan laba bersih sebesar Rp512,82 miliar atau terbang 1.869 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 yang tercatat hanya Rp26,088 miliar.

 

VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAPI, Ratih D. Gianda menjelaskan, perolehan laba bersih di kuartal I 2022 sudah mencakup hasil transaksi divestasi sebagian dari Burger King, yang telah diselesaikan pada kuartal I 2022.

 

Di samping itu, momentum penjualan meningkat secara signifikan terutama pada segmen olah raga, gawai, dan rumah makan, yang meliputi sebagian besar dari 84 gerai baru yang dibuka pada kuartal I 2022.

 

“Penjualan dan pertumbuhan laba kuartal I ini mencerminkan keyakinan kami pada model bisnis unik MAPI, yang secara efektif mengkombinasikan ritel multi-channel di seluruh gerai, kanal digital milik perusahaan, dan marketplace pihak ketiga,” kata Ratih kepada media, Jumat (20/5/2022)

 

Ia menjelaskan, pada kuartal pertama, pendapatan bersih MAPI naik 30,6 persen menjadi Rp5,6 triliun dari Rp4,3 triliun dengan GPM yang meningkat menjadi 42,9 persen dari 41,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Laba usaha melonjak 160,3 persen menjadi Rp488,4 miliar dari sebelumnya sebesar Rp187,6 miliar. EBITDA tumbuh 41,1 persen dari Rp727 miliar menjadi Rp1 triliun.

 

Ia menambahkan, peningkatan fokus pada proses bisnis ini menghasilkan menurunnya level persediaan menjadi 106 hari dibandingkan dengan 125 hari per akhir 2021.

 

Ke depannya, Ratih menegaskan bahwa di tengah momentum bisnis yang tetap positif, terdapat peningkatan dalam ketidakpastian tantangan supply chain, inflasi, dan pemulihan yang lebih lambat dari ekspektasi sehubungan dengan adanya pembatasan terkait Covid-19 di pasar ASEAN lainnya. Hal ini membuat MAPI akan tetap berhati-hati dalam memperkirakan pertumbuhan jangka pendeknya.

 


Author: K M