Laba PWON Naik Dua Digit di 2025, Pendapatan Bunga Tembus Rp603 Miliar
Pakuwon City Mall, aset kelolaan PT Pakuwon Jati Tbk
EmitenNews.com - PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional serta kontribusi signifikan dari penghasilan bunga.
Berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,11 triliun, tumbuh 6,60% dibandingkan Rp6,67 triliun pada 2024. Seiring itu, beban pokok pendapatan juga meningkat dari Rp2,90 triliun menjadi Rp3,16 triliun.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,34 triliun atau setara laba per saham Rp48,72. Angka ini meningkat 13,04% dibandingkan laba bersih 2024 sebesar Rp2,07 triliun dengan laba per saham Rp43,08.
Secara keseluruhan, laba tahun berjalan PWON mencapai Rp2,75 triliun setelah memperhitungkan seluruh beban, termasuk beban pajak penghasilan sebesar Rp52,70 miliar.
Menariknya, salah satu penopang kinerja laba PWON berasal dari penghasilan bunga yang mencapai Rp603,33 miliar sepanjang 2025, naik 8,20% dibandingkan Rp557,59 miliar pada tahun sebelumnya.
Penghasilan bunga tersebut terutama berasal dari deposito berjangka sebesar Rp368,63 miliar, investasi obligasi Rp219,87 miliar, serta sumber lainnya sebesar Rp14,82 miliar.
Dari sisi neraca, aset lancar perseroan tercatat sebesar Rp11,14 triliun, turun dari Rp14,81 triliun pada 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya kas dan setara kas yang turun signifikan dari Rp9,15 triliun menjadi Rp5,18 triliun.
Sebaliknya, aset tidak lancar meningkat menjadi Rp36,46 triliun dari Rp35,37 triliun pada tahun sebelumnya, mencerminkan ekspansi aset jangka panjang perseroan.
Di sisi liabilitas, total kewajiban PWON menurun dari Rp10,62 triliun menjadi Rp9,84 triliun. Penurunan ini terutama berasal dari liabilitas jangka panjang yang turun dari Rp7,52 triliun menjadi Rp6,68 triliun, sementara liabilitas jangka pendek relatif stabil di kisaran Rp3,16 triliun.
Kinerja ini menunjukkan bahwa PWON tidak hanya mengandalkan bisnis properti inti, tetapi juga mampu mengoptimalkan likuiditas melalui instrumen keuangan, yang turut memperkuat bottom line perseroan di tengah dinamika sektor properti.
Related News
Laba BUMI Naik 20 Persen, Tapi Beban Produksi Masih Tekan Margin
Bio Majesty Jual 112 Juta Saham PRDA, Kepemilikan Turun Jadi 12 Persen
Yulie Sekuritas Borong Saham DYAN, Kepemilikan Naik Jadi 7 Persen
Topline Ngebut, Bottomline Tersendat, Laba 2025 ERAL Menciut 16 Persen
Penjualan MDLA Nyaris Flat di 2025, Laba Justru Naik 13,69 Persen
KB Bank Pertahankan Peringkat Tertinggi AA(idn) dari Fitch Ratings





