Lagi! Triputra Agro (TAPG) Nikmati Dividen Anak Usaha Rp870 Miliar
Jalan setapak membelah lautan kelapa sawit di Kalimantan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Triputra Agro Persada (TAPG) mendapat guyuran dana taktis Rp870 miliar. Dana segar itu, mengucur deras dari PT Union Sampoerna Triputra Persada (USTP), dan entitas anak. Setoran dividen itu, telah diterima pada 17 Juli 2024.
Union Sampoerna merupakan perusahaan ventura bersama dari perseroan. Di mana, perseroan mengempit 50 persen saham Union Sampoerna. ”Penerimaan dividen dari Union Sampoerna pada 17 Juli 2024,” tegas Joni Tjeng, Corporate Secretary Triputra Agro Persada.
Penerimaan setoran dividen itu, tidak berdampak negatif terhadap perseroan. Justru perseroan mendapat keuntungan berupa limpahan dana untuk kepentingan investasi. ”Tidak berdampak material,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada 27 Mei 2024 lalu, perseroan telah memperoleh santunan dividen Rp1,33 triliun. Alokasi itu sekitar 94,93 persen dari total dividen Rp1,41 triliun. Dividen sebanyak itu, mengalir deras dari anak usaha perseroan yaitu Agro Multi Persada (AMP).
Kebijakan pembagian dividen anak usaha terkendali perseroan tersebut telah ditahbiskan oleh investor di luar rapat umum pemegang saham AMP pada 27 Mei 2024. Dividen sebanyak itu, menyasar empat pemegang saham AMP.
Tiga pemegang saham AMP juga kecipratan dividen yaitu Tri Nur Cakrawala (TNC) senilai Rp27,89 miliar. Itu sebagai konsekuensi dari porsi kepemilikan TNC di AMP sekitar 1,97 persen. Lalu, Triputra Investindo Arya (TIA) mendapat dividen Rp27,04 miliar dengan kepemilikan 1,91 persen saham AMP.
Kemudian, Daya Adicipta Mustika (DAM) mengempit jatah dividen dari AMP senilai Rp16,84 miliar. Itu merefleksikan porsi kepemilikan 1,19 persen saham AMP. (*)
Related News
Tabulasi Laba Rp10,68 Triliun, Ini Kata Bos INDF
Kinerja 2025 Melonjak, DCII Tetap Kebut Ekspansi di 2026
SMDR Cetak Laba Bersih USD52 Juta, Ditopang Kontrak Pelanggan
Cetak Laba Bersih Rp1,54T, Tekad Bank Jatim Jadi BPD Nomor Wahid
TSPC Catat Penjualan Rp14 Triliun, Laba Bersih Susut di 2025
Laba BUMI Naik 20 Persen, Tapi Beban Produksi Masih Tekan Margin





