EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan menguat 0,02 persen menjadi 6.603,80. Sentimen positif dari pelaporan indeks kepuasan konsumen tercatat 118,5 pada November lalu, naik dari periode sebelumnya 113,4.
Namun, pelemahan masih berkutat seputar Omicron. Virus baru itu, dikabarkan sudah mulai menjangkiti Indonesia. Secara sektoral, Indeks didorong sektor teknologi naik 3,44 persen, properti menguat 0,53 persen, dan transportasi menanjak 0,44 persen. Para investor membukukan net sell di pasar reguler Rp155,20 miliar, dengan saham-saham paling banyak di distribusi yaitu AVIA, TLKM, dan BBNI.
Pergerakan Indeks melandai disebabkan ketidakpastian investor terhadap kondisi perekonomian akibat berbagai faktor sentimen. Indeks kemarin bergerak landai dengan membentuk candle merah, disertai volume relatif tinggi. Sementara itu, selama level support 6.480 belum breakout ke bawah, ada potensi Indeks bergerak naik.
Hari ini, Indeks akan menguat dengan rentang support 6.580, dan resisten 6.650. Saham-saham berpotensi menguat antara lain AGRO, EMTK, SRTG, ELSA, MEDC, KAEF, INAF, dan GSMF,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas, Kamis (9/12).
Sementara itu, bursa Asia dibuka bervariasi. Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah tipis 0,11 persen. Kospi Korea Selatan (Korsel) dibuka menguat 0,19 persen. Hari ini, para investor masih menunggu rilis inflasi November di China. Investor Korsel akan melihat penangan kasus Covid-19 menyusul lonjakan kasus yang bisa menjadi sentimen negatif di Asia. (*)
Related News
IHSG Gaspol! Ditutup Melonjak 1,4 Persen ke Level 8.131
Digoyang FTSE Russel, IHSG Sesi I (10/2) Malah Naik ke Level 8.133
PKP - BRI - PNM Bahas Rencana Penurunan Suku Bunga Kredit
Pelindungan Kekayaan Intelektual Kunci Keberlanjutan IKM
Seruan Buka Kode Broker Kembali Menguat, Pengamat Kritik Ini ke BEI
Kemenperin Berkomitmen Koperatif dan Tindaklanjuti Temuan BPK





