LAPD Bersih-Bersih Portofolio, PT Rusindo Eka Raya Segera Dilepas
Leyand International (LAPD) akan mendivestasi PT Rusindo Eka Raya yang bergerak di bidang distribusi produk konsumen, terutama Fast Moving Consumer Goods (FMCG).
EmitenNews.com - PT Leyand International Tbk (LAPD) mulai merapikan portofolio bisnisnya seiring masuknya pengendali baru, PT JSI Sinergi Mas. Emiten ini memastikan akan melepas anak usaha yang dinilai tidak lagi sejalan dengan arah pengembangan bisnis ke depan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi grup yang tengah berjalan. Perseroan menyatakan akan melakukan divestasi PT Rusindo Eka Raya yang bergerak di bidang distribusi produk konsumen, terutama Fast Moving Consumer Goods (FMCG).
Manajemen menilai lini usaha anak perusahaan tersebut sudah tidak sesuai dengan fokus baru perseroan setelah JSI Sinergi Mas masuk.
“Dalam evaluasi tersebut kegiatan usaha PT Rusindo Eka Raya dinilai tidak sejalan dengan fokus pengembangan kegiatan usaha utama Perseroan ke depan. Oleh karena itu Perseroan kemungkinan akan melakukan divestasi,” ujar Direktur Utama LAPD, Jamal Abdul Nasir Bamadhaj, seperti dikutip dari keterangannya, Selasa, (31/3/2026) di Jakarta.
Sebagai informasi, pada pertengahan 2023 lalu, PT Leyand International Tbk membeli sebanyak 60.333 lembar saham atau sebanyak 51% saham PT Rusindo Eka Raya. Nilai transaksinya sebesar Rp58 miliar.
Lebih lanjut, manajemen LAPD menyatakan bahwa proses penataan ulang ini tidak berhenti di divestasi. Perseroan juga tengah menyiapkan langkah ekspansi melalui akuisisi yang lebih selaras dengan strategi bisnis baru, khususnya di sektor energi dan pertambangan.
Perseroan menargetkan keseluruhan proses restrukturisasi, termasuk aksi korporasi, dapat rampung secara bertahap hingga 2027.
“Perseroan saat ini sudah dalam proses melepas kepemilikan pada anak perusahaan yang sudah tidak sejalan dengan bidang usaha perusahaan dan untuk akuisisi tersebut direncanakan akan selesai di tahun 2027,” jelas Jamal.
Sejalan dengan perubahan arah bisnis, sinergi LAPD dengan JSI mulai digencarkan. Kolaborasi mencakup transfer teknologi, penguatan jaringan supply chain, hingga kerja sama riset dan pengembangan untuk mendorong kinerja operasional.
“Perseroan bersama dengan Pengendali Baru telah mulai melakukan beberapa langkah sinergi strategis guna meningkatkan kinerja operasional dan pengembangan usaha Perseroan,” katanya.
Di sisi lain, LAPD juga tengah menjajaki sejumlah peluang untuk memperbaiki kondisi keuangan, setelah per September 2025 masih mencatat akumulasi rugi ekuitas sebesar Rp451 miliar.
Opsi yang dibidik antara lain akuisisi perusahaan yang dinilai mampu memberikan nilai tambah dan sumber pertumbuhan baru.
Salah satu langkah konkret adalah rencana akuisisi perusahaan kontraktor tambang PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS). Belum lama ini, LAPD telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan total nilai transaksi Rp59,43 miliar.
Jika seluruh persyaratan terpenuhi, LAPD akan menguasai hingga 99 persen saham BSS. Akuisisi ini dinilai strategis karena BSS merupakan kontraktor tambang full service dengan wilayah operasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Langkah ekspansi ini sekaligus menegaskan arah baru LAPD di bawah kendali JSI Sinergi Mas, yakni transformasi bisnis ke sektor energi dan pertambangan yang dinilai lebih prospektif.
Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus memperbaiki kinerja perseroan dalam jangka menengah hingga panjang.
Related News
Laba BKSL Meledak 4.686 Persen, Pendapatan Tembus Rp2,76T di 2025
UNTR Setop Buyback Sebelum Tenggat, Anggaran Rp2T Terserap Setengah
Verah Borong 2,19 Persen Saham TAMA Rp5,93 Miliar, Kini Sahamnya ARA!
Triple B Siapkan Rp89,53 Miliar untuk Serap Saham Publik MEJA
Akuisisi Melebar, GPSO Incar Kepemilikan 3 Entitas Nyaris 100 Persen
Laba BRPT Terbang 1.218 Persen! Tembus USD1,62 Miliar di 2025





