EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pembukaan masa suspensi dari dua saham PT Prima Globalindo Logistik Tbk. (PPGL) dan PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk. (BBRM) yang berlaku efektif mulai Senin (12/1/2026).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan bahwa BEI terus mencermati pergerakan saham pasca-suspensi. Apabila pergerakan harga masih menunjukkan lonjakan yang tidak wajar, tidak tertutup kemungkinan dilakukan langkah pengawasan lanjutan. 

Pada pembukaan perdagangan Senin (12/1), saham PPGL melesat 9,56 persen atau naik 26 poin mentok Auto-Rejection Atas (ARA) di Rp298. Dalam sepekan, saham ini menguat 44,66 persen, berlanjut 86,25 persen dalam sebulan, dan secara triwulanan melonjak setinggi 163,72 persen, atau 185 poin dari Rp113 pada 12 Oktober 2025.  

Sementara itu, saham BBRM yang baru saja masuk mekanisme Full Call Auction (FCA) diakibatkan suspensi panjang yang dideritanya sebelumnya itu ikut menembus ARA dengan kenaikan 9,84 persen atau 24 poin ke Rp268. 

Dalam sepekan, saham ini sebelumnya sempat terkunci di Rp244 akibat suspensi lanjutan. Dalam sebulan, BBRM melonjak 119,67 persen, dan secara triwulanan melesat 204,55 persen, atau naik 180 poin dari Rp88 pada 12 Oktober 2025.

BEI kembali mengingatkan investor agar mencermati risiko volatilitas tinggi pada saham-saham yang mengalami lonjakan ekstrem, khususnya saham PPGL yang berpotensi masuk suspensi lanjutan apabila pergerakan ekstrem dan tak wajar masih terjadi. (*)