Lewat Digital Farming, BI Dukung Peningkatan Produksi Pangan Strategis di NTT
:
0
Ilustrasi Panen cabai melalui program digital framing. dok. Bank Indonesia.
EmitenNews.com - Ini dukungan Bank Indonesia dalam upaya peningkatan produksi pangan strategis. Dukungan diberikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Digital Farming pada tanaman cabai di Kabupaten Kupang, NTT.
"Tujuan dari program ini adalah peningkatan produksi cabai dan terjaga hasil produksi komoditas hortikultura lainnya secara konsisten, perluasan pemasaran melalui bussines matching, dan hilirisasi produk," kata Kepala BI NTT Donny Heatubun dalam acara Panen Perdana Cabai Program Digital Farming di Lahan III GS Organik, Desa Baumata Timur, Kabupaten Kupang, Selasa (17/10/2023).
Program Digital Farming salah satu upaya Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM di bidang klaster pangan melalui pemberian bantuan teknologi. Tujuannya, untuk meningkatkan efisiensi biaya, peningkatan daya saing, dan perluasan pasar UMKM.
Program Digital Farming di lahan III GS Organik merupakan kontribusi nyata dan sinergisitas BI NTT bersama para mitra untuk mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan saat ini.
Dalam metode Digital Farming, ada penggunaan alat digital untuk mengukur pH tanah yang diintegrasikan pada smartphone yang disebut Jinawi, lalu implementasi irigasi tetes, dan pemasaran daring melalui marketplace.
Related News
Aksi Beli Investor Ritel Angkat Indeks Kospi Tembus Level 8.700
Lawan Arus, Citigroup Justru Prediksi Fed Bakal Pangkas Suku Bunga
Lagi Cari Motor Listrik? Cek Dulu Perang Diskon ini di Jakarta Fair
Dolar Stabil Jelang Keputusan Fed, Pasar Cermati Penjualan Ritel AS
Valuasi SpaceX Melonjak Hingga USD2,6T, Sempat Salip Amazon
Astra Cari Anak Muda Pembawa Perubahan, Dimulai dari Banyuwangi





