EmitenNews.com - Untuk tahun 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung 500 ribu ton. Sasarannya, menjaga stabilitas harga, melindungi petani, memperkuat pasokan pakan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

"Untuk SPHP jagung pakan 2026 ini, Bapanas tengah mempersiapkannya. Targetnya selama setahun sebanyak 500 ribu ton," kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 Swasembada Jagung di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, seperti dikutip Sabtu (10/1/2026).

Panen raya itu dilaksanakan jajaran Polri bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan juga dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi atau akrab dipanggil Titiek Soeharto, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta pejabat lainnya.

Sasaran penerima SPHP jagung menyasar peternak ayam layer skala mikro, kecil, dan menengah karena mempunyai tingkat kebutuhan jagung pakan yang tinggi.

Peternak telur diperkirakan membutuhkan 91 persen jagung pakan dari kebutuhan pakannya. Sementara peternak ayam di kisaran 60 sampai 65 persen membutuhkan jagung pakan.

Serapan jagung produksi dalam negeri yang merupakan penugasan Bapanas ke Perum Bulog sepanjang 2025 telah tercapai 101 ribu ton. Daerah yang memiliki sarapan jagung tertinggi antara lain Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Berkat stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang sepenuhnya bersumber dari produksi dalam negeri itu, sebanyak 51,2 ribu ton telah tersalurkan lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ini penugasan Bapanas ke Bulog yang menyasar kepada 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.

Per awal Januari 2026, stok CJP sebanyak 45 ribu ton. Untuk itu, Bulog didorong agar melakukan penambahan stok dari produksi jagung dalam negeri. Karena pemerintah telah memutuskan tidak ada impor untuk jagung pakan, benih, dan rumah tangga pada 2026.

Selama 2025, performa produksi jagung nasional yang menuai predikat surplus terhadap kebutuhan konsumsi itu, jelas merupakan hasil dari kolaborasi apik. Diakui 

pencapaian produksi jagung yang mengalami peningkatan pada 2025 juga atas kerja keras dari jajaran Polri.

Pemerintah terus berupaya mendahulukan kepentingan petani jagung dalam negeri dengan kembali meniadakan importasi pada 2026.

"Jadi Bulog harus siap, karena hadir di seluruh Indonesia. Harus siap dari sekarang. Yang harus diperhatikan nanti adalah serapannya. Serapan bermasalah, dampaknya tahun depannya," tutur Andi Amran Sulaiman. ***