EmitenNews.com - PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), perusahaan multisektor yang berfokus pada industri New Media dan Consumer, mencatatkan kelebihan permintaan yang luar biasa dalam proses penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) yang berlangsung dari tanggal 01 Agustus 2023 hingga 03 Agustus 2023.


FOLK mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 07 Agustus 2023 pada harga perdana Rp100 per saham dan berhasil mencatatkan oversubscribed sebesar 124 kali dari hasil pooling pada penawaran umum tanggal 1 hingga 3 Agustus 2023.

 

Sebagai bagian dari ekosistem FOLK Group, FOLK berkomitmen untuk mengembangkan industri kreatif Indonesia dan memenuhi kebutuhan konsumsi media dan retail di era digital saat ini. Dengan visi dan misi yang kuat, FOLK Group menargetkan kalangan milenial dan generasi Z sebagai pasar utama.

 

Dalam proses IPO, FOLK Group akan melepas 570 juta lembar saham baru, setara dengan 14,44% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. PT KGI Sekuritas Indonesia dan PT Samuel Sekuritas Indonesia menjadi penjamin pelaksana emisi efek  FOLK.

 

Pada laporan keuangan per Desember 2022, FOLK mencatatkan pendapatan sebesar Rp40,2 miliar dan laba bersih Rp5,2 miliar. Sinergi antara anak perusahaan tercipta melalui komitmen untuk terus berkembang dan menghadirkan produk dengan teknologi ramah lingkungan, konten media yang kreatif dan inovatif, khususnya informasi dan edukasi terkait dunia keuangan.

 

Danny Sutradewa, Direktur Utama FOLK Group, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari berbagai investor. "Secara resmi FOLK akan melantai di Bursa Efek Indonesia mulai Senin besok. Memasuki babak baru ini, focus kami ke depan adalah untuk membangun ekosistem new media dan consumer yang lebih besar lagi. Menjadi perusahaan publik bukan merupakan suatu achievement, namun ini merupakan sebuah tanggung jawab yang lebih besar kepada para pemegang saham dan customer kami untuk selalu berinovasi menjadi yg terdepan untuk membawa pertumbuhan positive bagi generasi berikut nya di Indonesia khusus nya Millenials dan GenZ." tutup Danny.

 

Bong Chandra, selaku Komisaris Utama FOLK Group menambahkan “FOLK Group memiliki 5 tangga dalam Roadmap besar 5 tahun, IPO hanyalah tangga pertama. Berbekal team management muda dan inovatif serta Co-Founder dengan rekam jejak yang baik, Kami yakin FOLK Group akan menjadi katalis di industri kreatif Indonesia.” ungkap Bong Chandra.


Dana sebesar Rp57,0 miliar yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan oleh FOLK untuk meningkatkan kinerja melalui belanja modal, serta memberikan pinjaman untuk modal kerja dan biaya operasional dari masing-masing anak perusahaan. 


Sebagai bagian dari ekosistem FOLK Group, perseroan akan terus mengoptimalkan sinergi antara anak perusahaan untuk menciptakan solusi media dan retail yang relevan dengan tuntutan zaman. Investasi pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas akan menjadi prioritas FOLK Group dalam menjaga posisinya sebagai pemimpin dalam industri kreatif dan media digital di Indonesia.