EmitenNews.com -Bursa Efek Indoensia (BEI) pada pagi ini akanmengalai perdagangan dengan pencatatan perdana saham emiten ke-50 di tahun 2023, yaitu PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang telah melalui berbagai proses penggalangan dana di pasar modal.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Sinergi Inti Andalan Prima mencatatkan saham perdana dengan kode saham INET. Sinergi Inti Andalan Prima mencatatkan saham di papan pengembangan dengan jumlah saham yang ditawarkan ke publik 1,5 miliar saham. Lalu, emiten dengan kode saham INET akan mencatatkan saham sejumlah 7,5 miliar saham.

 

Adapun, harga penawaran saham senilai Rp 101 per saham. Dengan demikian, perseroan berhasil meraup dana sebanyak Rp 151,10 miliar.

 

Sebagai pemanis, Sinergi Inti Andalan Prima juga secara bersamaan menerbitkan 2,1 miliar waran seri I yang menyertai saham baru perseroan dengan rasio 5:7. Artinya, tiap pemegang lima saham baru akan mendapatkan tujuh waran. Kemudian, harga pelaksanaan waran seri I senilai Rp 91 dan bakal meraup dana sebanyak Rp 191,10 miliar.

 

Sementara itu, perseroan menunjuk PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

 

Dana hasil dari IPO yang akan diterima oleh perseroan, setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi yang berhubungan dengan penawaran umum akan digunakan sekitar Rp 90 miliar akan digunakan perseroan untuk melakukan setoran modal kepada entitas anak yaitu PT Pusat Fiber Indonesia atau PFI, kemudian akan digunakan oleh PFI.