EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup drop 4,88 persen menjadi 7.922. Sentimen negatif dari koreksi harga komoditas selama ini menjadi penopang penguatan indeks. Investor juga masih menunggu perkembangan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

OJK dan Self Regulatory Organization (SRO) telah bertemu penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengembalikan kepercayaan investor global. Dalam pertemuan dibahas reformasi, dan transparansi pasar modal Indonesia. Kala pertemuan berlangsung, terjadi netbuy asing Rp654,94 miliar. 

Sementara itu, indeks PMI Manufacturing Indonesia naik menjadi 52.6 edisi Januari 2026 dari Desember 2025 di kisaran 51.2. Itu mengindikasikan aktivitas pabrik mengalami kenaikan selama enam bulan berturut-turut. Surplus neraca perdagangan tercatat USD2,52 miliar Desember 2025 dari periode sama 2024 senilai US2,24 miliar.

Hasil itu didorong pertumbuhan ekspor 11,64 persen YoY. Sedang data inflasi berakselerasi menjadi 3,55 persen  YoY Januari 2026, meski terjadi deflasi 0,15 persen MoM Januari 2026. OJK, dan SRO mengajukan proposal solusi pada pertemuan dengan MSCI merespons concern MSCI mengenai transparansi pasar saham Indonesia. 

Otoritas bursa mengajukan tiga komitmen, yaitu membuka data kepemilikan saham di atas 1 persen, menaikkan atas minimum free float menjadi 15 persen, meningkatkan klarifikasi, dan kredibilitas pengungkapan beneficial ownership dari pemegang saham. 

Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD, dan diindikasikan terjadi pola distribusi. Stochastic RSI berada di area oversold namun belum ada indikasi terjadi reversal. Indeks masih bertahan di atas level MA200 sekitar 7.786. Selama berada di bawah 8.000, indeks berpotensi menguji level 7.786. 

Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk memborong sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Adaro Andalan Indonesia (AADI), Mayora Indah (MYOR), Indofood Sukses Makmur CBP (ICBP), Indofood Sukses Makmur (INDF), dan Jasa Marga (JSMR). (*)