Manajemen LPEI Dukung Tindakan Hukum Terhadap Debitur Bermasalah
:
0
Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima kunjungan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani beserta jajaran, Senin (18/3/2024) di Gedung Utama Kejaksaan Agung. dok. Kejagung.
EmitenNews.com - Manajemen Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sepenuhnya mendukung langkah Menteri Keuangan dan Jaksa Agung untuk melakukan pemeriksaan, dan mengambil tindakan hukum terhadap debitur LPEI yang bermasalah secara hukum.
Dalam keterangannya Selasa (19/3/2024), Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso merespon dugaan debitur bermasalah terindikasi fraud di lingkup perusahaan, yang dilaporkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
LPEI menghormati proses hukum yang berjalan, mematuhi peraturan perundangan yang berlaku, dan siap untuk bekerja sama dengan Kejaksaan Hukum, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan aparat penegak hukum lainnya dalam penyelesaian kasus debitur bermasalah tersebut.
Dalam operasionalnya LPEI, menurut Riyani Tirtoso menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik, berintegrasi dalam menjalankan seluruh aktivitas kegiatan operasi lembaga dan profesional. "Dalam menjalankan mandatnya mendukung ekspor nasional yang berkelanjutan."
Seperti sudah ditulis, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan ke Jaksa Agung ST Burhanuddin, soal temuan dugaan debitur bermasalah terindikasi fraud di LPEI senilai Rp2,5 triliun. Temuan tersebut merupakan hasil dari pendalaman yang dilakukan oleh Tim terpadu kasus dugaan korupsi di LPEI tahun 2019-2023.
"Tim terpadu meneliti seluruh kredit bermasalah di LPEI," ujar Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers, di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (18/3/2024).
Hasil pendalaman Tim terpadu yang terdiri atas Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha (Jamdatun), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, dan LPEI, ditemukan adanya dugaan pembiayaan bermasalah terindikasi fraud Rp2,5 triliun yang melibatkan 4 debitur.
"Hari ini khusus kami sampaikan 4 debitur yang terindikasi fraud dengan outstanding pinjaman Rp2,5 triliun," kata Sri Mulyani Indrawati.
Manajemen LPEI diminta jalankan tata kelola perusahaan yang baik
Menyikapi temuan tersebut, Menteri Sri Mulyani memperingatkan manajemen LPEI. Intinya, direksi dan manajemen LPEI harus menjalankan tata kelola perusahaan yang baik dengan komitmen penuh pemberantasan korupsi.
Related News
May Day 2026, Begini Kejutan Lain dari Prabowo Untuk Pengemudi Ojol
Pemerintah Batasi Outsourcing Hanya 6 Bidang, di Luar Itu Terlarang
May Day di DPR Senayan, Cek Lima Tuntutan Aksi Massa Buruh GEBRAK
Bunga Kredit Himbara 5 Persen, Demikian Titah Presiden Untuk Rakyat
Aplikator Wajib Manut, Porsi Pendapatan Ojol Minimal 92 Persen!
Progres 59 Persen, Bendungan Bagong PTPP Didorong Rampung Lebih Cepat





