EmitenNews.com - PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) mematok harga perdana dalam rangka Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp118 per saham. Angka ini dipatok batas bawah dikisaran harga Rp118 hingga Rp128 per saham pada masa penawaran awal atau book building 26 Juni hingga 6 Juli 2023 


Dalam prospektus e-ipo Selasa (18/7) Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) melepas sebanyak 4,166 miliar atau 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada nilai nominal Rp60 per lembar. Sehingga, serapan dana segar dari IPO ini hanya sebesar Rp491,58 miliar atau lebih rendah dari target awal yang diperkirakan mencapai sebesar Rp533,24 miliar.


Dalam prospektus e-ipo Selasa (18/7) Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) perusahaan transportasi tambang  yang merupakan anak usaha dari PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) tersebut mulai menggelar penawaran umum perdana pada 18 Juli hingga 21 Juli 2023, Sedangkan listing di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 25 Juli 2023.


Bertindak sebagai penjamin pelaksana  efek PT Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM).


Dana hasil IPO sekitar 60 persen untuk membeli truk baru dan sisanya guna membeli 50 unit dolly serta 100 unit kapal angkut.


Sedangkan sisanya 40 persen  akan digunakan untuk pembelian sekitar 50 unit dolly dan 100 unit vessel untuk peningkatan kapasitas produksi dan peremajaan unit. Pembelian unit dolly dan vessel akan ditentukan kemudian menyesuaikan kebutuhan, yang rencananya akan direalisasikan sebagian dalam kurun waktu Agustus 2023 sampai dengan Desember 2023 dan di tahun 2024 secara bertahap.


Sementara itu, dalam laporan keuangan tahun 2022 telah audit, perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp501,62 miliar dari pendapatan sebesar Rp1,641 triliun.


Pemegang saham pengendali perseroan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) adalah Eddy Sugianto, salah satu orang terkaya di Indonesia. Eddy Sugianto merupakan orang di balik perusahaan holding batubara Mandiri Group dan juga komisaris utama Prima Andalan Mandiri (MCOL).