Market Fluktuatif, IHSG Jajal Level 6.900
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melorot 1,42 persen menjadi 6.827. Stochastic RSI mulai bergerak turun dari overbought area. Kondisi itu, diperkirakan berlanjut pada perdagangan hari ini, Jumat, 9 Mei 2025.
Sepanjang perdagangan kali ini, indeks akan menguji level support 6.770, dan posisi resistance di kisaran 6.900. Nah, dari dalam negeri, pelaku pasar memanfaatkan penurunan cadangan devisa edisi April 2025 menjadi USD152,5 miliar dari periode Maret 2025 di posisi USD157,1 miliar.
Itu merupakan level terendah sejak November 2024. Meski demikian, cadangan devisa tersebut setara dengan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor, dan pembiayaan utang luar negeri pemerintah. Dengan demikian, masih jauh di atas standar kecukupan internasional 3 bulan impor.
Sebelumnya, perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 menjadi 4,87 persen juga turut menjadi validasi profit taking oleh pasar. Faktor lain pullback signifikan minus 5,09 persen saham Antam (ANTM), dan beberapa saham gold-related lain selama ini menjadi salah satu penopang rally indeks.
Pullback tersebut diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, sejalan dengan kecenderungan penurunan appetite pasar terhadap safe-haven pasca-pengumuman trade deals. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan pelaku pasar mengoleksi saham berikut.
Antara Indofood Sukse Makmur CBP (ICBP), Astra Agro Lestari (AALI), Astra International (ASII), PT Buki Asam (PTBA), dan Indofood Sukses Makmur (INDF).
Related News
10 Sektor Jadi Pendorong, IHSG Awal Pekan Tancap Gas ke 8.859,19
3 Emiten Asuransi Paling Terdampak POJK 23, Bakal Aksi Korporasi Baru?
Perkuat Strategi, Manulife Indonesia Gelar Mega Kick Off 2026
18 dari 19 Emiten Saham Asuransi Kompak Ngegas Hari Ini, Ada Apa?
Pupuk Kaltim Klaim Produksinya di 2025 Lampaui Target
Tambang Menggeliat, IHSG Tembus 8.804,84 di Sesi I





