EmitenNews.com -Perusahaan jasa pengangkutan laut, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan nilai emisi mencapai maksimal Rp879,91 miliar.

Berdasarkan Prospektus Awal terkait rencana IPO ALII yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (17/1), perseroan akan melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 3.165.160.000 lembar bernilai nominal Rp5 per lembar atau setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Periode penawaran awal (book building) pada 17-24 Januari 2024 dengan kisaran harga Rp268-278 per saham. Sehingga, melalui aksi korporasi ini ALII berharap bisa meraup dana masyarakat sekitar Rp848,26 miliar hingga Rp879,91 miliar.

Pada aksi korporasi ini, manajemen ALII menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia dan PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi Efek. Rencana IPO ini diharapkan bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Januari 2024.

Apabila rencana IPO bisa mendapatkan restu dari OJK, maka pelaksanaan penawaran umum (offering) akan berlangsung pada 1-5 Februari 2024, penjatahan pada 5 Februari 2024, pendistribusian saham secara elektronik pada 6 Februari 2024 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Februari 2024.

Rencananya, sebagian besar dana hasil IPO atau sebesar 75 persen setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipinjamkan ke anak usaha ALII , yakni PT Mahakam Coal Terminal (MCT). Selanjutnya, dana tersebut akan digunakan oleh MCT untuk membayar utang kepada OCP Asia Fund IV (SF 1) Pte Limited dan OCP Asia Fund V (SF 1) Pte Limited.

Sebesar 20,64 persen dari dana IPO akan dimanfaatkan oleh ALII sebagai anggaran belanja modal (capex), sedangkan sisanya untuk modal kerja perseroan.

Pihak pengendali dari perseroan adalah Aburizal Bakrie dan Nalinkant Amratlal Rathod yang mana Aburizal Bakrie dan Nalinkant Amratlal Rathod tergabung dalam kelompok terorganisasi yang membuat rencana, kesepakatan atau keputusan untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu sebagaimana dimaksud pada Peraturan OJK No. 9/2018 di mana Aburizal Bakrie melalui PT Graha Adika Niaga dan  Nalinkant Amratlal Rathod melalui Solomed Capital Pte. Ltd.

Pemegang saham Ancara Logistics (ALII) sebelum IPO terdiri dari PT Graha Adika Niaga 41,09% saham, Solomed Capital Pte Ltd 39,48%, PT Borneo Logistik Indonesia 13,77%, Nalinkant Amratial Rathod 2,63%, dan Aninditha Anestya Bakrie 3,03%.