Melesat 32 Persen, Laba INCO Tembus USD76,1 Juta
Area pertambangan besutan perseroan tampak dari udara. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Vale Indonesia (INCO) sepanjang 2025 membukukan laba bersih USD76,1 juta, meningkat 32 persen dari episode akhir 2024 senilai USD57,76 juta. Kinerja itu, merefleksikan perbaikan operasional konsisten, level produksi lebih kuat, dan pendekatan disiplin dalam efisiensi biaya.
Pendapatan USD990,19 juta, surplus dari USD950,38 juta. Beban pokok pendapatan USD879,34 juta, bengkak dari USD843,16 juta. Laba kotor USD110,85 juta, melonjak dari USD108,22 juta. Beban usaha USD52,18 juta, bengkak dari USD38,25 juta. Pendapatn lainnya USD3,92 juta, naik tipis dari USD3,71 juta.
Beban lainnya USD12,7 juta, bengkak dari USD9,87 juta. Pembagian rugi bersih USD8,45 juta dari nihil. Lba usaha USD41,43 juta turun dari USD63,82 juta. Sepanjang tahun, perseroan mengalokasikan USD485,9 juta untuk belanja modal, meningkat 46 persen dibanding tahun sebelumnya USD332,1 juta.
Peningkatan itu, terutama mencerminkan belanja untuk proyek-proyek pengembangan, dan kebutuhan modal sustaining. Per 31 Desember 2025, saldo kas perseroan tercatat sebesar USD376,3 juta, menunjukkan posisi keuangan solid untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek pertumbuhan secara tepat waktu.
Ke depan, perseroan makin mempertajam fokus strategis melalui pengembangan proyek pertambangan, dan fasilitas pengolahan hilir bersama mitra usaha patungan. Khusus di Pomalaa, proyek pertambangan telah mencapai kemajuan 60 persen, dengan sejumlah fasilitas pendukung untuk tahap awal operasi berhasil diselesaikan.
Perkembangan itu, sejalan dengan kemajuan proyek HPAL telah mencapai sekitar 50 persen tahap konstruksi, mencatatkan tonggak penting dengan kedatangan empat unit autoclave, dan pemasangan unit pertama. Proyek tersebut, tetap berada pada jalurnya untuk mencapai penyelesaian mekanis pertama pada triwulan ketiga tahun 2026.
”Seluruh inisiatif strategis tersebut terus dijalankan dengan disiplin keuangan pruden, tata kelola kuat, dan komitmen teguh terhadap keberlanjutan jangka panjang,” tegas Rizky Putra, Direktur & Chief Financial Officer Vale Indonesia. (*)
Related News
Kompak! Dinasti Hidayat Borong Jutaan Saham SIDO
Sudahi 2025, Laba dan Pendapatan TAPG Positif
Senyap! Grab Gulung 71,3 Juta Saham Superbank (SUPA)
Kebut Delisting, Laba EDGE Nyungsep 48 Persen
GEMA Gelar Buyback Maksimal 20 Persen, Mulai 17 Maret
Pendapatan Turun Beban Melonjak, Laba 2025 SMRA Anjlok 44 Persen





