Melihat Kinerja Emiten Keamanaan Siber CYBR di Kuartal III 2026
:
0
ilustrasi keamanan siber
EmitenNews.com -Emiten keamanan siber dan AI PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) melaporakan pertumbuhan pendapatan kuartalan, perbaikan margin laba kotor serta peningkatan efisiensi operasional. ITSEC Asia terus memperkuat momentum tersebut melalui pengembangan portofolio AI dan keamanan siber serta peningkatan kapabilitas perusahaan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Pada kuartal ketiga yang berakhir pada 30 September 2026, pendapatan konsolidasian ITSEC Asia meningkat 39% secara tahunan menjadi Rp92,8 miliar. Laba kotor tumbuh 57%, melampaui pertumbuhan pendapatan, sementara margin laba kotor meningkat 3,4 poin persentase menjadi 29,9%.
Rugi usaha ITSEC Asia berhasil ditekan dari Rp30,4 miliar pada Q3 2025 menjadi Rp15,7 miliar pada Q3 2026. Rugi sebelum pajak juga berkurang sekitar setengahnya, sementara rugi bersih turun 53% secara tahunan. Perusahaan juga mencatatkan pendapatan lain-lain sebesar Rp1,9 miliar pada Q3 2026, berbalik dari beban sebesar Rp2,7 miliar pada Q3 2025.
Untuk periode sembilan bulan pertama 2026, ITSEC Asia membukukan laba bersih sebesar Rp22,6 miliar, meningkat 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil sembilan bulan ini turut dipengaruhi oleh manfaat pajak yang signifikan dari penyesuaian periode sebelumnya. Oleh karena itu, angka tersebut perlu dilihat secara terpisah dari kinerja operasional perusahaan pada kuartal ketiga.
Patrick Dannacher, Presiden Direktur ITSEC Asia, mengatakan, “Kami menyambut positif pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih tinggi pada kuartal ini. Kami terus berupaya memperkuat fundamental bisnis sekaligus mengembangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Masih ada pekerjaan yang perlu kami tuntaskan, tetapi kami melihat perkembangan pada kuartal ini sebagai momentum yang baik untuk memasuki bulan-bulan terakhir tahun ini dengan posisi yang lebih kuat.”
Per 30 September 2026, total ekuitas konsolidasian ITSEC Asia tercatat sebesar Rp304,1 miliar, meningkat sekitar 18,7% dibandingkan Rp256,2 miliar pada akhir 2025. Piutang usaha juga turun sekitar 22,3%, dari Rp57,7 miliar menjadi Rp44,8 miliar dibandingkan posisi per 31 Desember 2025.
ITSEC Asia juga mencatatkan aset kontrak sebesar Rp214,1 miliar, dibandingkan Rp187,7 miliar pada akhir 2025. Aset kontrak tersebut mencerminkan pekerjaan yang telah dilaksanakan berdasarkan kontrak dengan pelanggan, namun hak perusahaan untuk menerima pembayaran masih bergantung pada pencapaian tahapan penagihan atau persyaratan kontraktual lainnya.
Sejalan dengan perkembangan kinerja keuangan, ITSEC Asia terus mengembangkan portofolio bisnis dan memperkuat posisinya di industri AI dan keamanan siber yang terus berkembang.
Pada Juli 2026, ITSEC Asia meluncurkan Bronyx AI, platform pengujian penetrasi otomatis berbantuan AI yang dirancang untuk membantu organisasi mengidentifikasi dan mengevaluasi kerentanan keamanan. Kehadiran platform ini memperluas kapabilitas ITSEC Asia dalam solusi keamanan siber berbasis AI serta mendukung organisasi dalam menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.
Pada Maret 2025, ITSEC Asia mendirikan ITSEC Cyber & AI Academy, anak perusahaan yang berfokus pada pengembangan kompetensi di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan. Melalui program pelatihan terstruktur dan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan industri, Academy bertujuan berkontribusi dalam menyiapkan tenaga profesional dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.
Related News
Wilmar Terseret Penyelidikan NEA Singapura, CEKA Akui Tak Terdampak
Emiten Haji Isam (JARR) Masuk, Kursi Direksi-Komisaris BYAN Dirombak
Kuartal III-2026, Fortune Resources (FITT) Bukukan Pendapatan Rp45,90M
Investasi Langsung, Permata Health Nusantara Tambah Porsi Saham MSIE
Jadi Preskom Asuransi Dayin (ASDM), Hendra Godjali Kantongi Izin OJK
Berkat Inovasi Digitalisasi, Puri Sentul (KDTN) Optimis Kinerja Tumbuh





