EmitenNews.com - Perusahaan perminyakan dan industri gas plat merah PT Perusahaan Gas Negara Tbk/PGN (PGAS) berhasil membukukan laba naik ke level US$ 286,2 juta atau setara Rp 4 triliun per September 2021. Capaian tersebut tumbuh 436,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, US$ 53,3 juta.  

 

Dalam keterangan resminya Sabtu (30/10), manajemen menyatakan pendapatan PGN di kuartal III-2021 sebesar US$ 2,25 miliar atau naik 4,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan untuk laba operasi tumbuh 3,3% ke level US$ 326 juta. Alhasil, terjadi peningkatan laba diatribusikan ke induk menjadi US$ 286,2 juta. 

 

Mengutip laporan keuangan perusahaan berkode saham PGAS tersebut, bisnis niaga gas yang berkontribusi lebih dari 70% terhadap total pendapatan, mengalami penurunan tipis 0,6%. Di mana, per September 2021, pendapatan niaga gas tercatat US$ 1,74 miliar lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu US$ 1,75 miliar.

 

 Di sisi lain, penjualan minyak dan gas tercatat melonjak 71,32% menjadi US$ 246,2 juta. Peningkatan tersebut sekaligus membawa lini bisnis ini menjadi kontributor terbesar kedua terhadap pendapatan PGN per September 2021, yang sebelumnya ditempati lini bisnis transmisi gas. Adapun bisnis transmisi migas membukukan pendapatan US$ 164,4 juta, naik tipis 1,3% dari tahun lalu. 

 

Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto menyatakan bahwa pada kuartal III-2021 perseroan berhasil menjaga peningkatan kinerja operasional melalui upaya-upaya strategis. Hal itu diambil di tengah ketidakpastian kondisi global dan nasional akibat pandemi.