Melonjak Ratusan Persen, BEI Pantau Pergerakan Saham SMDM dan ETWA
:
0
EmitenNews.com—Bursa Efek Indonesia sebagai regulator di Pasar Modal Indonesia akhirnya memberikan peringatan kepada investor terkait pergerakan saham PT Eterindo Wahanatama Tbk. (ETWA) dan PT Suryamas Dutamakmur Tbk. (SMDM) sebagai emiten yang bertengger di papan pengembangan.
“Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham ETWA dan SMDM yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” tulis Lidia M. Panjaitan Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI.
Adapun saham ETWA dalam sebulan sejak kurun waktu 25 Agustus 2022 yang masih di level Rp62 per saham telah melonjak sangat signifikan hingga 151 persen atau naik 94 poin ke level Rp156 per saham hingga penutupan kemarin, Selasa 20 September 2022.
Sedangkan saham SMDM dalam kurun waktu sejak 5 September 2022 yang masih di level Rp191 per saham telah melonjak sangat signifikan hingga 120,94 persen atau naik 231 poin ke level Rp422 per saham hingga penutupan kemarin, Selasa 20 September 2022.
Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat SMDM dan ETWA adalah informasi tanggal 7 dan 8 September 2022 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas efek SMDM dan ETWA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi efek-efek ini.
Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya. Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Related News
MSCI Beri Catatan Jelang Putusan 24 Juni, Bos Baru BEI Janji Benahi
Belum Sempurna di Mata MSCI, OJK Akan Dandani Lagi Pasar Modal RI
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Umumkan Komisaris Baru
DPR-OJK Desak Direksi Baru BEI Perkuat Tata Kelola Bursa 2026-2030
Tok! Jeffrey Hendrik Jabat Dirut BEI, Ini Profilnya
Satgas PASTI Panggil KOL Promosikan Pedagang Aset Kripto Ilegal





