Mengatur Keuangan Untuk Pasangan Milenial Baru Nikah, Apa Saja Yang Harus Diperhatikan?
:
0
Sebagai pasangan yang baru menikah, tentunya ada banyak penyesuaian yang harus dilakukan. Terutama mengenai keuangan. Uang seringkali menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan, padahal seringkali perceraian terjadi juga karena uang ini.
Tidak ada salahnya untuk membicarakan tentang uang pada pasangan. Apalagi, jaman sekarang sudah berbeda, dan keterbukaan justru yang akan menjadi dasar dari langgengnya suatu pernikahan.
Berawal dari niatan baik dan kebersamaaan, berikut adalah hal-hal tentang pengaturan keuangan yang sebaiknya dibicarakan oleh pasangan yang baru menikah:
- Tentukan siapakah yang akan menjadi menteri keuangan
Tidak selalunya perempuan lebih pintar dalam mengatur keuangan, dan tidak selamanya laki-laki yang lebih ahli dalam mengelola keuangan. Setiap pasangan pasti ada kelebihannya masing-masing yang saling mengisi dalam kekurangan satu sama lain.
Kenali bagaimana pasangan mengelola keuangan, dan tentukan siapa yang lebih bisa dipercaya dalam mengatur keuangan. Buatlah kesepakatan, dan temukan jalan bersama, agar tidak ada kesalahpahaman di masa depan karena niat baik yang tidak diungkapkan di masa sekarang.
- Terbukalah dan ketahui semua utang yang dimiliki pasangan
Kebiasaan pasangan yang tidak terbuka terutama mengenai utang bisa membawa keretakan rumah tangga. Meski tidak nyaman, tanyakanlah dan ungkapkan hal-hal yang terkait utang yang Anda dan pasangan miliki. Baik utang kartu kredit, atau utang-utang lain yang mungkin sengaja ditutupi.
Ketika menikah, tidak hanya dua kepala menjadi satu. Utang juga menjadi tanggungan bersama. Ada harta gono-gini, ada utang gono-gini. Jadi sebaiknya jujur dan ketahui sejak awal mengenai utang pasangan, agar tidak terjadi keributan di belakang yang sebenarnya bisa dihindari.
- Buat kesepakatan mengenai berapa besaran gaji yang ingin dialokasikan untuk mertua
Memberikan kepada orangtua sebenarnya tidak wajib, namun tidak ada salahnya mengalokasikan sebagian penghasilan untuk orangtua. Apalagi, kalau ternyata orangtua sudah tidak mampu bekerja dan tidak memiliki simpanan yang cukup untuk menyambung hidupnya.
Diskusikanlah dengan pasangan terkait hal ini, agar ketika Anda tidak mampu memberi, pasangan Anda malah mungkin bisa membantu dengan penghasilan yang dimilikinya. Ingatlah menikah tidak hanya berdua, tapi menyatukan juga dua keluarga. Buatlah kesepakatan mengenai hal ini, agar ada mutual understanding sehingga tidak ada yang merasa tersakiti ketika salah satu pasangan ternyata diam-diam memberikan uang untuk orangtuanya di luar sepengetahuan yang lain.
- Buatlah dana darurat bersama
Dana darurat sangatlah penting. Terutama untuk mengantisipasi pengeluaran yang di luar kebiasaan, atau karena ada suatu kejadian yang menyebabkan terputusnya penghasilan. Sementara, tagihan, cicilan dan kebutuhan akan jalan terus, apalagi kalau ada orangtua atau tanggungan lain yang juga perlu diperhatikan.
Related News
Goldman Sachs Ungkap Risiko Keluarnya UEA dari OPEC Pasca Hormuz Buka
The Fed Tahan Suku Bunga, Trump Gagal Ubah Lewat Orangnya
Energi Terganggu, ADB Pangkas Tajam Prospek Pertumbuhan Asia Pasifik
Sempat Terancam Diblokir, Wikimedia Akhirnya Patuhi Aturan Indonesia
Kurangi Impor LPG, Begini Kolaborasi MIND ID, Bukit Asam dan Pertamina
Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, Mulianya Target Presiden





