EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan. Para investor mengikuti bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street, dan Asia. Selain itu, koreksi harga komoditas juga berkontribusi terhadap pelemahan bursa.
”IHSG akan bergerak pada rentang support 7.120, dan resisten 7.160,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Rabu (6/4).
IHSG melanjutkan lonjakan setelah kemarin breakout dari resistance 7.100. Kini level resistance berikutnya terbentuk dari Fibonacci di kisaran 7.340. Sejumlah saham berpotensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain SILO, ASII, MDKA, INCO, ANTM, ARNA, TPIA, INDY, HRUM, SCMA, ADRO, dan SRTG.
Pada perdagangan kemarin, IHSG menguat 0,45 persen menjadi 7.148,29. Sektor pendorong penguatan IHSG yaitu teknologi naik 2,84 persen, energi surplus 1,62 persen, dan material dasar melesat 0,81 persen. Investor asing membukukan net buy Rp603,57 miliar dengan saham-saham paling banyak dibeli BBRI, ANTM, dan EMTK.
Sementara itu, seluruh bursa saham AS Wall Street mengalami koreksi, tersebab pelemahan saham-saham teknologi, dan saham growth stock. Itu terjadi setelah komentar Deputi Gubernur Federal Reserve (The Fed) Lael Brainard membuat investor khawatir tentang potensi tindakan agresif bank sentral mengendalikan inflasi.
Prospek the Fed lebih hawkish menyebabkan awal tahun sulit untuk ekuitas khususnya saham teknologi, dan pertumbuhan valuasi lebih ditekan imbal hasil obligasi lebih tinggi. Sedang bursa Asia menjelajahi zona merah. Indeks Nikkei minus 1,6 persen, dan Kospi menukik 0,8 persen. (*)
Related News
Lindungi Masa Depan, Allianz Life Indonesia Sodorkan ini
BUMA Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda melalui BUMA School
Tutup Perdagangan Oktober IHSG Turun ke 5.057, Market Cap Rp8.862 T
Pandu Sjahrir-Supra Sekuritas (SS) dan Paramita Bangun Sarana (PBSA)
Sesi I Tertekan, IHSG Terjun 1,29 Persen ke 5.032
Hana Bank Dorong Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi Global





