Mengekor Wall Street, IHSG Susuri Zona Merah
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali ditutup melemah. Itu seiring lonjakan harga minyak mentah menyusul eskalasi konflik Timur Tengah makin tinggi. Investor juga menelah laporan keuangan triwulanan dari dua perusahaan terbesar dunia. Di mana, laporan keuangan Alphabet memicu kekhawatiran soal peningkatan belanja modal untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).
Harga minyak mentah melonjak signifikan setelah kelompok militan Houthi terafiliasi dengan Iran mengklaim telah menyerang kapal pengangkut minyak mentah yang melewati laut merah. Ancaman presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menghancurkan infrastruktur Iran juga turut menjadi pendorong kenaikan harga minyak mentah tersebut.
Harga minyak mentah jenis WTI melejit 6 persen menjadi USD92,19 per barel sedangkan Brent melonjak 7 persen menjadi USD100,69 per barel. Koreksi indeks bursa Wall Street, perosotan harga komoditas mineral logam, dan aksi jual investor asing berlanjut diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Sementara itu, ledakan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, dan crude palm oil (CPO), dan laporan keuangan emiten berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Jadi, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.250-6.185, dan resistance 6.380-6.445.
Berdasar data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan bberikut. Yaitu, Energi Mega (ENRG), London Sumatera (LSIP), Triputra (TAPG), Dharma Satya (DSNG), Salim Ivomas Pratama (SIMP), dan Medco Energi (MEDC). (*)
Related News
Jelang Akhir Pekan, IHSG Masih Uji Level 5.000
Harga Avtur Melambung Intai Kinerja Sektor Penerbangan
Selewengkan Beras SPHP, Mentan Copot 8 Pejabat Pangan
Medio 2026, COIN Berbalik Rugi 259,85 Persen
Anjlok 3,49 Persen, IHSG Dekati Level 5.000
IHSG Siang Mendadak Ambruk 2,64% ke 5.142, Asing Net Sell Nyaris Rp1T





