EmitenNews.com — PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 40.17% yaitu sebesar Rp 66,4 milyar FY 2021 dari sebelumnya sebesar Rp 47,4 milyar FY 2020. Pencapaian pendapatan FY 2021 ini lebih baik dari estimasi yang disampaikan Perseroan pada Q3 2021 yaitu sebesar Rp 55,8 milyar.

 

Adapun detail Pendapatan dari segmen Jasa Perkapalan tumbuh sebesar 29,41% yaitu Rp 22 miliar FY 2021 dari sebelumnya sebesar Rp 17,2 milyar FY 2020 hal ini tidak terlepas dari masih kuatnya harga komoditas di pasar global. Selanjutnya Pendapatan dari segmen Hotel mengalami pertumbuhan sebesar 47,05% yaitu Rp 44,4 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 30,2 miliar seiring dengan terkendalinya Pandemi Covid-19 pada Q4 2021.

 

Direktur Utama PT Menteng Heritage Realty Tbk, Christofer Wibisono, CFA, menjelaskan bahwa kinerja operasional Perseroan membaik dimana Perseroan berhasil menekan kerugian usaha menjadi Rp 12,4 milyar FY 2021 dari sebelumnya Rp 20,5 milyar FY 2020. Perseroan optimis bahwa dengan memasuki post-pandemi di tahun 2022 ini, Perseroan dapat mencatatkan laba usaha kembali.

 

Walau kinerja usaha sudah membaik, Perseroan masih mencatat beban keuangan dan kerugian investasi (beban lain lain) yang cukup besar sehingga perseroan pada FY 2021 mencatat rugi bersih sebesar Rp 29,4 miliar. Pada tahun 2022 diharapkan beban lain lain ini dapat dikurangi sehingga terdapat perbaikan terhadap laba rugi bersih Perseroan. Perseroan masih melihat potensi pertumbuhan pendapatan melalui expansi dan optimalisasi.

 

Untuk segmen pelayaran, anak usaha perseroan, PT. Global Samudra Nusantara berencana untuk menambah armada dengan membeli 2 set tug and barge dengan estimasi pendanaan sebesar Rp 70 miliar dimana rencana sumber pendanaan melalui kombinasi internal dan external.