Penjualan Naik, Laba Garuda (BOLT) Melonjak 36,26 Persen pada Q1-2026
:
0
Potret suasana industri baut emiten BOLT. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Kinerja PT Garuda Metalindo Tbk. (BOLT) per 31 Maret 2026 berdasarkan laporan keuangan mencatatkan penjualan bersih BOLT sebesar Rp422,68 miliar, naik 14,59 persen secara year on year (yoy) dari Rp368,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun, seiring itu, beban pokok penjualan meningkat 10,83 persen yoy menjadi Rp327,38 miliar dari Rp295,32 miliar.
Kenaikan penjualan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan beban pokok mendorong laba bruto naik signifikan 29,52 persen yoy menjadi Rp95,29 miliar, dari Rp73,57 miliar. Di sisi lain, beban usaha juga meningkat 31,43 persen yoy menjadi Rp47,21 miliar dari Rp35,93 miliar.
Meski demikian, laba usaha tetap tumbuh 27,75 persen yoy menjadi Rp48,08 miliar dari Rp37,63 miliar. Laba sebelum pajak bahkan melonjak 36,45 persen yoy menjadi Rp47,83 miliar, dibandingkan Rp35,05 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Lalu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang mencapai Rp37,13 miliar, naik 36,26 persen yoy dari Rp27,25 miliar.
Dari sisi neraca, total aset meningkat 6,21 persen menjadi Rp1,71 triliun hingga 31 Maret 2026, dari Rp1,61 triliun pada akhir 2025. Liabilitas naik 10,16 persen menjadi Rp622,99 miliar dari Rp565,54 miliar, sementara ekuitas tumbuh 2,86 persen menjadi Rp1,08 triliun dari Rp1,05 triliun.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan Kuartal I-2026 ini, pada perdagangan Jumat (24/4) saham BOLT tercatat stagnan terparkir di level/posisi Rp935.
Related News
Kompak, Dirut dan Komut Tambah Kepemilikan Saham BAIK
GOTO Batal Alihkan Saham Treasuri 32,18 Miliar Helai, kok Bisa?
SMGR Catat Penjualan 18,27 Juta Ton, Saham Menguat Usai Evaluasi LQ45
Catat Kinerja Kuat, ESSA Industries Bukukan Pendapatan USD186 Juta
GOTO Tak Didepak dari LQ45, IDX30, dan IDX80 Meski Harga Rp50, Kenapa?
Aset Jumbo, Pendapatan WIFI Semester I Tembus Rp1,57 Triliun





