Menteri Bahlil Pastikan Kebutuhan Minyak dan Gas Indonesia dari Rusia
:
0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. dok. Metro TV.
EmitenNews.com - Kebutuhan minyak Indonesia bakal diisi pasokan dari Rusia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pengiriman minyak dari Rusia segera dijalankan.
Kepastian pembelian minyak tersebut mengemuka usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin, di Moskow, awal pekan ini. Bahlil kemudian bertemu dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev, Selasa (14/4/2026), untuk menindaklanjuti perintah Presiden.
"Oh kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa jalan," ujar Bahlil Lahadalia kepada wartawan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Soal berapa volume minyak yang didapatkan dari Rusia, Bahlil tidak bisa membocorkan ke publik. Hal ini karena adanya perjanjian kedua belah pihak. Yang pasti, kata Bahlil, stok minyak hingga akhir tahun dalam posisi aman.
"Saya enggak bisa menjelaskan tentang volume. Yang penting saya sebagai pemerintah, atas arahan Bapak Presiden, memastikan bahwa seluruh kebutuhan kita, crude kita itu tersedia. Kita harus cari untuk memastikan kepentingan rakyat bisa terlayani," jelas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Selain itu, soal harga impor minyak dari Rusia, Bahlil mengatakan sesuai pasar dan hasil negosiasi kedua belah pihak. "Harga pasti akan terjadi dinamis ya. Harga itu akan menyesuaikan dengan harga pasar dan tergantung negosiasi kita."
Untuk LPG, perlu pembahasan lebih lanjut dengan Rusia. Bahlil berharap pembahasan ini dapat selesai sehingga pasokan LPG Indonesia dapat terpenuhi.
Saat ini, konsumsi LPG Indonesia mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 10 juta ton dalam beberapa tahun ke depan.
Hal ini didorong kebutuhan industri, termasuk proyek petrokimia milik Lotte Chemical Indonesia yang diperkirakan membutuhkan sekitar 1,5 juta ton LPG per tahun.
"Total produksi kita hanya 1,6 juta, jadi kita harus mencari pasar baru dan termasuk di Rusia. Nah insyaallah Rusia sekarang dalam kalau untuk LPG dalam taraf finalisasi. Ya kita doakan bisa cepat selesai karena memang di hampir seluruh dunia membutuhkan LPG," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. ***
Related News
Utang Luar Negeri RI Naik, Pengamat Ingatkan Risiko Fiskal dan BBM
Kinerja Industri Pengolahan Kinclong, Intip Saham Sektor Berikut
Musim Panen, Kegiatan Usaha Pertanian Prospektif di Triwulan II
Agar Industri Petrokimia Makin Menarik, Investor Minta Ini
Harga Emas Antam Turun Rp20.000 ke Level Rp2.868.000 Per Gram
Bank Dunia, IMF, S&P Puji Kemampuan Indonesia Jaga Pertumbuhan





