EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan terakhir Jumat (14/8/2026) menjelang Dirgahayu Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, 

Mengacu data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG turun 11,195 poin atau 0,18% ke level 6.290,569. IHSG dibuka di level 6.296,593, dengan level tertinggi 6.303,368 dan level terendah 6.287,960.

Volume transaksi tercatat 731,892 juta saham dengan nilai turnover Rp177,403 miliar. Sebanyak 207 saham menguat, 163 saham melemah, dan 247 saham stagnan. Kapitalisasi pasar saat ini berada di Rp11.059,258 triliun.

Pelemahan IHSG pagi ini terjadi di tengah sentimen global yang mixed. Wall Street semalam ditutup menguat dan mencetak rekor baru setelah data PPI AS Juli lebih rendah dari ekspektasi. Namun di domestik, investor asing masih melanjutkan aksi jual.

Pada penutupan Kamis (13/8), asing membukukan net sell Rp1,39 triliun di Pasar Reguler dan Rp1,41 triliun secara all market. Saham dengan tekanan jual terbesar asing antara lain TPIA, PTRO, BRPT, DSSA, dan ASII.

Dari dalam negeri, fokus pasar hari ini tertuju pada agenda Pidato Presiden RI yaitu penyampaian kinerja lembaga serta HUT RI ke-81 dan penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Secara teknikal, IHSG kemarin ditutup di bawah EMA10 6.306,90 namun masih bertahan di atas EMA20 - EMA50 di area 6.251 - 6.269.

Kiwoom Research merekomendasikan strategi accumulate on weakness selama IHSG bertahan di atas 6.252, dengan support selanjutnya di 6.186 - 6.105. Sementara target penguatan terdekat ada di 6.377, dengan potensi ke 6.460 - 6.550 jika berhasil breakout.