Meroket 365 Persen, Kuartal III 2024 TOBA Raup Laba USD34,83 Juta
Dua petugas lapangan TBS Energi Utama tengah merapikan sejumlah tong sampah di pabrik perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - TBS Energi Utama (TOBA) per 30 September 2024 mengemas laba bersih USD34,83 juta. Melonjak 365 persen dari periode sama tahun lalu USD7,49 juta. So, laba per saham dasar menjadi USD0,0043 dari edisi sebelumnya hanya USD0,0009.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan USD336,64 juta, melorot 9,10 persen dari posisi sama tahun lalu USD370,36 juta. Beban pokok pendapatan USD258,3 juta, berkurang signifikan dari episode sama tahun sebelumnya USD317,97 juta. Laba kotor USD78,33 juta, surplus 49,51 persen dari USD52,39 juta.
Beban penjualan USD1,95 juta, bengkak dari USD1,43 juta. Beban umum dan administrasi USD33,74 juta, berkurang dari USD37,34 juta. Pendapatan operasi lain USD49,96 juta, melejit dari USD37,2 juta. Laba usaha USD92,61 juta, melambung 82 persen dari periode sama tahun lalu USD50,81 juta.
Penghasilan keuangan USD2,24 juta, susut dari USD2,64 juta. Beban keuangan USD27,23 juta, berkurang dari USD27,8 juta. Bagian atas laba entitas usaha USD165,6 ribu, menanjak dari minus USD109,14 ribu. Laba sebelum pajak penghasilan USD67,78 juta, melesat dari USD25,55 juta. Laba periode berjalan USD54,42 juta, surplus dari USD18,86 juta.
Total ekuitas terkumpul USD454,85 juta, bertambah dari akhir 2023 senilai USD423,68 juta. Jumlah liabilitas USD477,31 juta, mengalami perosotan dari akhir tahun lalu sebesar USD524,15 juta. Total aset terakumulasi senilai USD932,17 juta, mengalami koreksi dari akhir tahun sebelumnya USD947,83 juta. (*)
Related News
Mitratel dan ZTE Jajaki Kolaborasi Teknologi RAN dan Efisiensi Energi
PLIN Ditegur Lagi Soal Free Float, Ketidakpastian Pasar Jadi Alasan
Siapkan 26.000 Tenaga Kerja, PADA Gas Jasa Kurir Jadi Mesin Cuan Baru
BBCA Setujui Dividen Tunai Rp336 per Saham, Setara 72 Persen Laba 2025
Rights Issue Jilid III, COCO Siap Terbitkan 10,67 Miliar Saham & Waran
Timur Tengah Memanas, BULL Tambah Armada Tanker LNG Kedua di Awal 2026





