EmitenNews.com— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (9/2) berbalik melorot 0,62% atau 42,76 poin ke level 6.897,36. Padahal pada penutupan sesi I siang tadi IHSG berada di zona hijau atau naik 0,13 persen.
Total volume perdagangan saham hingga penutupan hari ini mencapai 36,6 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 10,1 triliun. Sebanyak 315 saham melemah, 202 saham yang menguat dan 215 saham stagnan.
William Surya Wijaya CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas dalam risetnya menyebut pola IHSG ditengah minimnya sentimen, bergerak konsolidatif, salah satu faktor penopang IHSG masih berasal dari rilis data kinerja emiten, sedangkan market global dan regional juga masih terlihat bergerak konsolidasi.
“Peluang koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan investor utk melakukan akumulasi pembelian untuk saham saham dengan market cap besar dan fundamental kuat, hari ini IHSG berpotensi tertekan,” ujar William.
Hari ini IHSG diperkirakan bergerak pada rang support di level 6878 dan posisi resistance diperkirakan ada di level 7002. Adapun saham-saham pilihan jatuh pada big cap seperti TLKM, HMSP, UNVR, SMRA, ASRI, TBIG, ICBP, BBCA dan BINA.
Related News
Trump Beri Tarif 0 Persen Untuk Tekstil RI Yang Bahan Bakunya Dari AS
Sesi I IHSG Terkontraksi ke 8.261, Emiten Prajogo Berguguran
Terpenuhi di DN, Produksi Kendaraan Pick-Up Beri Dampak Rp27 Triliun
Penjualan Sepeda Motor Di Pasar Domestik 2025 Capai 6,4 Juta Unit
Sideways, IHSG Lintasi 8.200-8.350
IHSG Tertekan, Serok Saham AMMN, CMRY, dan TINS





