EmitenNews.com - IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,23% atau ditutup naik 16,069 basis point ke level 6.699,346. Investor melakukan transaksi senilai Rp13,8 triliun dan investor asing tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp48,2 miliar.
William Surya Wijaya CEO Indosurya Bersinar Sekuritas dalam riset hariannya, Jumat (26/11/2021) mengatakan, perkembangan pergerakan IHSG terlihat masih memiliki potensi tekanan yang lebih besar dibanding dengan keinginan naiknya, upaya untuk mencatatkan ATH masih belum berhasil yang disebabkan oleh minimnya sentimen yang dapat mendongkrak kenaikan IHSG.
Perlambatan perekonomian merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola gerak IHSG hingga saat ini, selain daripada itu belum adanya arus deras capital inflow yang melaju signifikan ke dalam pasar modal Indonesia membuat pasar bergerak lebih konsolidatif.
“Untuk perdagangan di akhir pekan ini IHSG berpeluang bergerak terbatas. IHSG diperkirakan bergerak pada level support 6606 dan resistance 6757," imbuh William.
Saham-saham yang dapat menjadi perhatian para pelaku pasar untuk hari ini adalah Astra Agro Lestari (AALI), Bank BNI (BBNI), Telkom Indonesia (TLKM), Indo Tambanraya Megah (ITMG), Bank Mandiri (BMRI), Wijaya Karya (WIKA) dan Kalbe Farma (KLBF).
Related News
Pesta IPO Juli 2026, Lima Calon Emiten Telah Tampil, Cek Daftarnya!
Perkuat Sinergi dengan Pemkab Samosir, BTN Lakukan Tindakan ini
IHSG Merosot ke Level 6.116, DSSA Paling Aktif, MBMA Top Loser LQ45
Manulife Ajak Masyarakat Jalani Hidup dengan Perlindungan Fleksibel
IHSG Siang (22/6) Keok 1,25 Persen, Balik ke Level 6.000
Dibuka Turun, Saham Hynix dan SK Square Angkat Kembali Indeks Kospi





