Buntuti Wall Street, IHSG Orbit Zona Hijau
IHSG bernuansa Imlek. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat. Keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) membatalkan tarif resiprokal Presiden Donald Trump disambut positif investor. Putusan MA itu, membkua peluang keringanan terhadap perusahaan selama ini terbebani biaya tarif, sekaligus meredakan kekhawatiran akan inflasi AS.
Meski begitu, belum jelas apakah akan ada pengembalian dana atas tarif yang sudah dibayarkan. Trump membalas dengan mengumumkan tarif global baru 10 persen melalui perintah eksekutif, dan kemudian menyatakan akan menaikkan menjadi 15 persen. Sementara itu, data Product Domestic Bruto (PDB) AS melambat anjlok.
Yaitu, menjadi 1,4 persen kuartal IV-2025 dari kuartal III 2025 sebesar 4,4 persen, paling rendah sejak kuartal pertama 2025, akibat adanya government shutdown. Sedangkan indeks PCE prices naik menjadi 2,9 persen YoY periode Desember 2025 dari edisi November 2025 di level 2,8 persen. Investor domestik mencermati sikap pemerintah Indonesia menyusul tarif resiprokal tersebut,.
Itu mengingat Indonesia telah menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS. Namun, perjanjian tersebut belum berlaku efektif karena masih memerlukan proses ratifikasi di kedua negara. Selama UU ratifikasi belum disetujui DPR, Indonesia secara hukum belum terikat dengan perjanjian tersebut.
Perkembangan itu, berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham domestik. Sentimen positif tambahan datang dari MSCI yang menyetujui seluruh proposal Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski begitu, investor tetap akan mencermati implikasi kewajiban 267 emiten harus menaikkan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
So, sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 23 Februari 2026, indeks akan bergerak pada kisaran support 8.250, dan resistance 8.380. Indeks berpeluang menguji level 8.400 jika mampu bertahan di atas 8.350. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi saham MYOR, ELSA, AKRA, SMGR, PYFA, dan SMBR. (*)
Related News
Menguat, IHSG Jelajahi 8.334
IHSG Potensial Rebound, Angkut Saham BIRD, BRMS, dan INCO
Terkena Isu Miring! Intip Portofolio Saham Milik Belvin Tannadi
Periksa! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Cek! Berikut Deretan Saham Top Gainers Pekan Ini
IHSG Surplus Tipis, Kapitalisasi Pasar Rp14.941 Triliun





