IDXINDUST

 0.20%

IDXINFRA

 0.06%

IDXCYCLIC

 0.61%

MNC36

 0.47%

IDXSMC-LIQ

 0.93%

IDXHEALTH

 1.34%

IDXTRANS

 0.27%

IDXENERGY

 0.67%

IDXMESBUMN

 0.54%

IDXQ30

 0.37%

IDXFINANCE

 -0.20%

I-GRADE

 0.46%

INFOBANK15

 0.62%

COMPOSITE

 -0.15%

IDXTECHNO

 -2.47%

IDXV30

 0.85%

ESGQKEHATI

 0.15%

IDXNONCYC

 -0.08%

Investor33

 0.32%

IDXSMC-COM

 0.25%

IDXBASIC

 -0.07%

IDXESGL

 0.05%

DBX

 -0.42%

IDX30

 -0.17%

IDXG30

 0.26%

ESGSKEHATI

 0.15%

IDXSHAGROW

 0.89%

KOMPAS100

 -0.15%

PEFINDO25

 0.07%

BISNIS-27

 0.34%

ISSI

 0.13%

MBX

 0.15%

IDXPROPERT

 0.21%

LQ45

 -0.12%

IDXBUMN20

 0.73%

IDXHIDIV20

 0.57%

JII

 0.26%

IDX80

 -0.15%

JII70

 0.28%

SRI-KEHATI

 0.32%

IDXLQ45LCL

 -0.26%

SMinfra18

 0.61%

KB Bukopin
Sinerco

Minta Restu Right Issue, Garuda Indonesia (GIAA) Gelar Rapat Akbar 12 Agustus 2022

22/07/2022, 08:00 WIB

Minta Restu Right Issue, Garuda Indonesia (GIAA) Gelar Rapat Akbar 12 Agustus 2022

EmitenNews.com - PT Garuda Indonesia (GIAA) berencana menggelar right issue, dan private placement. Nah, mengantongi restu rencana itu, perseroan bakal menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan, dan RUPS Luar Biasa.


Berdasar scenario, rapat Akbar itu akan digeber pada Jumat, 12 Agustus 2022. Rapat mengambil lokasi di Ballroom 3, the Ritz-Carlton Jakarta Lantai 4, Pacific Place. Kalau tak aral melintang, rapat tersebut mulai digelar pukul 13.30 WIB sampai selesai.


Sejumlah akan dibahas dalam ajang tersebut. Mulai persetujuan atas peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor perseroan soal penerbitan saham baru dengan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu alias right issue, dan penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau private placement sehubungan dengan konversi utang perseroan.


Sehubungan dengan rencana penambahan modal ditempatkan dan disetor karena adanya right issue, dan penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, modal dasar Perseroan perlu ditambah. Dalam restrukturisasi utang perseroan, dan menunjuk pada perjanjian perdamaian, pemerintah berencana melakukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun.


PMN akan dilaksanakan melalui penerbitan saham dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Selain itu, untuk melaksanakan perjanjian perdamaian, perseroan akan mengonversi sebagian utang kepada kreditur yang berhak menerima ekuitas, dengan saham baru yang akan dikeluarkan perseroan. Tujuan konversi utang menjadi saham itu, untuk perbaikan posisi keuangan perseroan.


Selanjutnya, persetujuan perpanjangan pemberian wewenang  dan kuasa kepada dewan komisaris untuk menyatakan kepastian jumlah modal dan jumlah saham baru hasil pelaksanaan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) yang telah diterbitkan. (*)



Author: J S