Mirae Asset: Saatnya Investasi di Reksa Dana Perbankan
:
0
Analis PT Mirae Asset Sekuritas usai acara Media Day pada Selasa (23/4).
EmitenNews.com - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk berinvestasi pada instrumen reksa dana indeks yang fokus pada sektor perbankan,Kinerja sektor perbankan yang stabil dan prospeknya yang masih menjanjikan.
Arief Maulana, Head of Wealth Management Mirae Asset, mengatakan Reksa Dana perbankan salah satu produk yang hanya berinvestasi pada saham-saham sektor perbankan.
“Dengan prediksi kinerja sektor perbankan yang stabil seperti seperti sekarang ini, kami merekomendasikan reksa dana saham yang fokus pada saham-saham perbankan, salah satu yang fokus yaitu Reksa Dana,” ujar Arief di acara Media Day: April by Mirae Asset Sekuritas hari ini, 23 April 2024.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan dana kelolaan industri reksa dana Rp 501 triliun pada akhir tahun lalu, berasal dari 1.809 produk reksa dana yang dikelola 94 manajer investasi. Salah satu pendukung pertumbuhan industri reksa dana adalah agen penjual, di mana Mirae Asset adalah salah satu Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) berlisensi OJK yang memasarkan ratusan reksa dana terpilih dari sekitar 30 manajer investasi.
Arief menjelaskan bahwa dukungan dari inovasi digital Mirae Asset memungkinkan tersedianya aplikasi NAVI by Mirae Asset untuk investor ritel dan NAVI Corporate melalui situs https://fundcorporate.miraeasset.co.id/ untuk investor korporasi dan institusi. Dengan berbagai fitur menarik yang tersedia di aplikasi NAVI, investor dapat menikmati bermacam kemudahan dalam berinvestasi, terlebih lagi, dapat menikmati bebas biaya transaksi.
Hanif Mantiq, CEO STAR AM, mengatakan sektor perbankan tetap menjadi primadona di pasar modal, dengan kapitalisasi pasar yang besar dan kinerja yang terus menunjukkan tren positif. Sektor ini memainkan peran penting dalam mendorong pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pada kesempatan yang sama, Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, optimistis sektor perbankan masih akan menjanjikan karena pertumbuhan kredit di sektor perbankan akan tetap tumbuh tinggi, masih akan sejalan dengan proyeksi BI yang di kisaran 10 – 12%.
Pertumbuhan DPK, lanjutnya, juga mulai membaik pada bulan di bulan Januari dan Februari, masing-masing sebesar 5,8% YoY dan 5,7% YoY, setelah tiga bulan terakhir di tahun 2023 tumbuh di bawah 4% YoY.
“Rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR juga masih relatif terjaga di bawah 85%, dan dengan tingkat kredit tidak lancar (NPL) yang juga masih rendah, ruang bagi peningkatan pertumbuhan kredit juga masih terbuka,” ujar Rully dalam Media Day.
Related News
Nemu 13 Sumur Migas di Kawasan Transmigrasi, Bagaimana Eksplorasinya?
116 Ribu Pelanggan Manfaatkan Diskon Tambah Daya Listrik, Untuk EV?
Indeks S&P dan Nasdaq Capai Level Tertinggi Baru, Jumat
Ambruk 2,86 Persen, Ini Prediksi IHSG Pekan Depan
IHSG Diprediksi Sideways, Samuel Sekuritas Pangkas Target ke 7.500
IHSG Ambles 2,8 Persen ke 6.969 di Akhir Pekan, 575 Saham Rontok





