MMIX Gaspol Bisnis Baby Care Usai Balikkan Rugi Jadi Laba di 2025
PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX)
EmitenNews.com - PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) menetapkan segmen baby care sebagai mesin pertumbuhan utama pada 2026, seiring strategi Perseroan memperkuat bisnis FMCG berbasis manufaktur dan brand.
Direktur Utama MMIX, Mengky Mangarek, menyampaikan bahwa kontribusi segmen Mom & Baby diproyeksikan tetap dominan di kisaran 40–50 persen dari total pendapatan 2026. Kinerja ini ditopang peningkatan produktivitas pabrik popok bayi dan dewasa, serta penguatan distribusi.
Sementara itu, lini tisu basah dan produk hygiene diperkirakan menyumbang 15–20 persen terhadap pendapatan, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk kebersihan harian.
“Baby care tetap menjadi fokus utama kami, dengan diversifikasi selektif di personal care dan adult care untuk menjaga pertumbuhan yang berkualitas,” ujar Mengky, dalam keterangannya, Sabtu, 24 Januari 2026.
MMIX juga mencermati perubahan perilaku konsumen, khususnya generasi Gen Z dan Alpha, yang semakin rasional, berorientasi value, serta mengedepankan produk praktis dan multifungsi. Kondisi ini mendorong Perseroan menyesuaikan strategi produk melalui fleksibilitas kemasan dan penguatan kanal digital berbasis omnichannel.
Dalam jangka menengah hingga panjang, MMIX menargetkan pertumbuhan pendapatan 10–15 persen per tahun pada periode 2026–2030, dengan struktur pendapatan yang lebih seimbang antara segmen mom & baby, hygiene, dan beauty care.
Dari sisi kinerja, Perseroan mencatat turnaround signifikan pada 2025, dengan membalikkan rugi menjadi laba Rp2,1 miliar pada kuartal III 2025. Pendapatan juga melonjak 85 persen secara tahunan menjadi Rp137,9 miliar, terutama ditopang segmen baby care.
“Tahun 2025 kami posisikan sebagai fase pemulihan fundamental. Fokus kami menjaga momentum profitabilitas dengan pengendalian biaya, produk bermargin sehat, dan distribusi yang efisien,” tegas Mengky.
Harga saham MMIX ditutup menguat 1,96 persen menjadi Rp208 per saham pada Jumat, 23 Januari 2026. Dalam periode satu tahun terakhir, harga saham ini catat peningkatan signifikan sebesar 98 persen. Namun, sepanjang Januari 2026, harga sahamnya malah melemah 3,7 persen.
Related News
SMGR Pasok 115.609 Ton Semen ke RDMP Balikpapan
Tunjuk CGS Sekuritas, AMAG Buyback Rp90,15 Miliar
Kuartal III Solid, BELL Optimistis 2025 Tumbuh Single Digit
Diantara Big Bank, Saham BBNI Paling Tahan Tekanan Sepanjang 2025
Prajogo Gelontor Rp26,16 Miliar, Saham BREN, BRPT, dan CUAN Masih Drop
SMAR Siapkan Rp220 Miliar Lunasi Obligasi Jatuh Tempo





