IDXINDUST

 -0.35%

IDXINFRA

 -0.94%

MNC36

 -1.20%

IDXCYCLIC

 -0.32%

IDXSMC-LIQ

 -1.16%

IDXHEALTH

 -0.93%

IDXTRANS

 0.17%

IDXENERGY

 0.08%

IDXMESBUMN

 -1.09%

IDXQ30

 -1.01%

IDXFINANCE

 -1.05%

INFOBANK15

 -1.22%

I-GRADE

 -1.21%

COMPOSITE

 -0.96%

IDXTECHNO

 -1.90%

IDXV30

 -0.91%

ESGQKEHATI

 -1.21%

IDXNONCYC

 -0.82%

Investor33

 -1.11%

IDXSMC-COM

 -0.76%

IDXESGL

 -1.33%

IDXBASIC

 -1.02%

DBX

 -0.46%

IDX30

 -1.28%

IDXG30

 -1.40%

KOMPAS100

 -1.08%

ESGSKEHATI

 -1.19%

PEFINDO25

 -1.27%

MBX

 -1.04%

BISNIS-27

 -1.27%

ISSI

 -0.84%

IDXPROPERT

 -0.51%

LQ45

 -1.23%

IDXBUMN20

 -1.15%

IDXHIDIV20

 -0.95%

JII

 -1.26%

IDX80

 -1.17%

JII70

 -1.23%

SRI-KEHATI

 -1.10%

SMinfra18

 -0.95%

KISI
victoria sekuritas

Naik 9 Persen, Laba MNC Vision (IPTV) Terkumpul Rp256 Miliar di Kuartal III 2021

02/12/2021, 11:15 WIB

Naik 9 Persen, Laba MNC Vision (IPTV) Terkumpul Rp256 Miliar di Kuartal III 2021

EmitenNews.com - PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) membukukan laba bersih YoY menjadi Rp256,9 miliar pada 9M-2021 naik 9 persen dibandingkan sebelumnya yaitu sebesar Rp236,1 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.


Merujuk laporan keunagan emiten group MNC ini yang disampaikan kepada BEI, Rabu (1/12/2021) tertara pendapatan Digital, IPTV, dan Layanan Broadband MVN pada 9M-2021, berhasil mencapai pertumbuhan sebesar 37% YoY menjadi Rp1,04 triliun dibandingkan Rp766.2 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.


MVN mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp2,92 triliun di 9M-2021 dibandingkan sebelumnya yaitu sebesar Rp2,68 triliun pada 9M-2020, mewakili tingkat pertumbuhan sebesar 9% YoY. Namun, pada Q3-2021, pendapatan konsolidasi mencatat penurunan sebesar 8% YoY menjadi Rp874,3 miliar dari Rp952,6 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 


Beban langsung Perseroan pada 9M-2021 mengalami peningkatan sebesar 7% YoY menjadi Rp2,20 triliun dari Rp2,06 triliun pada periode yang sama di tahun lalu. Hal ini terutama disebabkan oleh keagresifan Perseroan dalam meningkatkan produksi konten-konten originalnya, yang diharapkan dapat memperkuat portofolio konten OTT VOD milik Perseroan serta memberikan keunggulan dengan memanfaatkan kekuatan konten lokal yang dimiliki. Sementara itu pada Q3-2021, beban langsung mengalami penurunan sebesar 5% YoY menjadi Rp636,3 miliar dari Rp671,7 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.


Laba kotor pada 9M-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 16% YoY menjadi Rp721,2 miliar dari Rp621,8 miliar pada periode yang sama di tahun lalu, mewakili margin laba kotor sebesar 25% pada 9M-2021. Di sisi lain, laba kotor mengalami penurunan menjadi Rp238 miliar pada Q3-2021 dibandingkan Rp281 miliar dari periode yang sama tahun lalu, yang mewakili margin laba kotor sebesar 27% pada tahun 2021.


EBITDA MVN pada 9M-2021 tercatat sebesar Rp1,198 triliun dari Rp1,203 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya, sehingga margin EBITDA menunjukkan penurunan dari 45% menjadi 41%. Selanjutnya, EBITDA untuk Q3-2021 mengalami penurunan sebesar 19% YoY menjadi Rp388,7 miliar dari Rp482,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu, yang setara dengan margin EBITDA sebesar 46% pada tahun 2021.


Ade Tjendra, Presiden Direktur MVN mengatakan,meskipun dalam situasi pandemi, Perseroan berhasil mempertahankan kinerja operasional secara konsisten. Untuk mengatasi tantangan yang sedang berlangsung, terutama dalam mobilitas pada saat melakukan instalasi ke rumah konsumen, fokus kami tetap solid untuk memperluas penawaran OTT digital kami di mana pertumbuhan pendapatan bergerak maju pada tingkat yang sehat seperti yang terlihat dari keberhasilan MNC Play, Playbox, Vision+, dan distribusi konten kami melalui platform Migo. Kami berharap pendapatan digital kami akan terus bertumbuh mengingat meningkatnya permintaan di pasar akan layanan digital. Selanjutnya, kami akan terus mengembangkan basis pelanggan kami melalui perluasan produksi konten original kami dan memaksimalkan jangkauan konten kami melalui Migo.


Author: Rizki