Minta Restu, PPGL Divestasi Total Saham JAYA Rp44,6M ke Afiliasi
Potret foto kapal angkut petikemas milik emiten PPGL. Sumber Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Emiten jasa logistik PT Prima Globalindo Logistik Tbk. (PPGL) memutuskan mendivestasikan seluruh kepemilikan sahamnya di entitas anak, PT Armada Berjaya Trans Tbk. (JAYA). Total saham yang dilepas mencapai 365.597.400 lembar dengan nilai transaksi Rp44,6 miliar.
Direktur Utama PPGL, Darmawan Suryadi, dalam keterbukaan informasi Selasa (3/3) menjelaskan saham tersebut akan dialihkan kepada pihak afiliasi.
Sebanyak 256.220.600 saham akan dibeli Darmawan Suryadi, sementara 109.376.800 saham lainnya diambil oleh Komisaris Utama PPGL, Jap Astrid Patricia. Seluruh saham ditransaksikan di harga Rp122 per saham.
Pembayaran transaksi dijadwalkan lunas pada Juli 2026. Apabila hingga tenggat waktu pihak afiliasi belum melakukan pembayaran, maka akan dikenakan bunga sebesar 0,6 persen.
Adapun, penyelesaian transaksi maksimal dilakukan 30 hari kalender setelah persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diperoleh.
Darmawan menyebut langkah divestasi ini bertujuan mengurangi eksposur PGL terhadap risiko efisiensi operasional dan tekanan keuangan yang bersumber dari JAYA.
Selain itu, dana hasil penjualan akan memperkuat likuiditas untuk kebutuhan modal kerja sehingga perseroan tidak perlu mengandalkan pembiayaan dari pinjaman bank.
PPGL dijadwalkan meminta restu pemegang saham melalui RUPS independen pada 4 Maret 2026.
Berdasarkan data Emitennews.com hingga akhir Januari 2026, Prima Globalindo tercatat menguasai 365,59 juta saham atau setara 45,79 persen kepemilikan di PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA). Pemegang saham JAYA lainnya antara lain Komisaris JAYA, Jap Astrid Patricia, yang menggenggam 7,27 persen saham.
Adapun pemegang saham pengendali JAYA adalah Darmawan Suryadi SM yang menguasai 167,65 juta saham atau setara 21 persen. Darmawan juga tercatat sebagai penerima manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) atas kepemilikan saham JAYA.
Related News
BREN Pacu Kapasitas Pembangkit Panas Bumi Tembus 1 GW Pada 2026
Kelangsungan Usaha Dalam Masalah Serius, BEI Lanjut Gembok WIKA
Free Float Masih Jadi PR, ALMI Akui Belum Capai Titik Temu
Bos Emiten Migas (AKRA) Pangkas Kepemilikan, Lepas 2,11 Juta Saham
Cair! UNVR Pastikan Dana Penjualan Bisnis Teh Sariwangi Masuk Kantong
Laba dan Pendapatan Garudafood (GOOD) Kompak Naik, Saham Ikut Terkerek





