EmitenNews.com - Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (LSIP) per 30 September 2022 mentabulasi pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp3,04 triliun. Merosot 8,7 persen dari periode sama tahun lalu Rp3,33 triliun. Beban pokok penjualan Rp1,94 triliun, susut 10 persen dari edisi sama tahun lalu Rp2,17 triliun. 


Laba kotor Rp1,09 triliun, turun 6 persen dari periode sama tahun lalu Rp1,16 triliun. Laba usaha Rp900,47 miliar, melorot 4,4 persen dari edisi sama tahun lalu Rp942,78 miliar. Penghasilan keuangan Rp54,59 miliar, naik dari Rp43,27 miliar. Beban keuangan Rp530 juta, bengkak dari Rp219 juta.


Bagian atas laba entitas asosiasi Rp2,29 miliar, melambung dari episode sama tahun lalu minus Rp6,35 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp956,82 miliar, turun dari Rp979,48 miliar. Beban pajak penghasilan Rp193,47 miliar, turun dari periode sama tahun lalu di level Rp227,81 miliar.


Laba periode berjalan Rp763,35 miliar, naik minimalis 1,55 persen dari edisi sama tahun lalu Rp751,66 miliar. Laba bersih Rp764,24 miliar, naik tipis 1,58 persen dari episode sama tahun lalu Rp752,29 miliar. Laba per saham dasar menjadi Rp112 dari sebelumnya Rp110.


Total ekuitas Rp10,58 triliun, melejit dari posisi akhir 2021 sebesar Rp10,17 triliun. Total liabilitas Rp1,81 triliun, melangit dari periode akhir tahun lalu Rp1,67 triliun. Jumlah aset Rp12,40 triliun, menanjak dari episode akhir 2021 senilai Rp11,85 triliun. (*)