EmitenNews.com - Indeks harga saham gabungan atau IHSG membentuk pola rising window seiring dengan penguatan yang terjadi pada perdagangan akhir pekan lalu.
Penguatan IHSG tersebut ditopang berlanjutnya net buy investor asing (8/4). Akumulasi net buy dalam sepekan mencapai Rp4 triliun.
Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan relinya dan menguji level 7.250, jika bertahan di atas 7200 di Senin (11/4).
"Capital inflow signifikan tersebut salah satunya dipicu kenaikan uncertainty risk di Eropa dan AS menyusul rencana sanksi-sanksi baru bagi Rusia oleh AS dan Uni Eropa," ulas Valdy. Sanksi kali ini meliputi sektor komoditas hingga perbankan.
Peningkatan risiko ketidakpastian juga berasal dari rencana the Fed untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneter agresif. FOMC terbaru menunjukan kemungkinan pengurangan neraca hingga USD95 miliar dan kenaikan the Fed Rate sebesar 50 bps dalam sekali kenaikan.
Mempertimbangkan kondisi di atas, menurutnya saham-saham komoditas yang belum memasuki overbought area masih menjadi top picks. Antara lain, INCO, TINS, MEDC, ESSA, AALI dan LSIP.(fj)
Related News
10 Sektor Jadi Pendorong, IHSG Awal Pekan Tancap Gas ke 8.859,19
3 Emiten Asuransi Paling Terdampak POJK 23, Bakal Aksi Korporasi Baru?
Perkuat Strategi, Manulife Indonesia Gelar Mega Kick Off 2026
18 dari 19 Emiten Saham Asuransi Kompak Ngegas Hari Ini, Ada Apa?
Pupuk Kaltim Klaim Produksinya di 2025 Lampaui Target
Tambang Menggeliat, IHSG Tembus 8.804,84 di Sesi I





