Ngacir ARA Berujung Digembok, Kapan Saham BAIK Bakal Dibuka?
:
0
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dinamika penguatan serta penurunan indeks.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) dan warannya (BAIK-W) setelah pergerakannya dinilai tidak wajar oleh regulator Bursa.
Pada perdagangan terakhir, Jumat (23/1/2026) saham ini sempat ngacir mentok hingga terbendung Auto-Rejection Atas (ARA) dengan naik 24,62 persen setara 64 poin di Rp324.
Kinerjanya secara seminggu terakhir telah naik 65,31 persen setara 128 poin dalam sebulan berlanjut naik 149, 23 persen tentara 194 poin naik dan dalam triwulan terakhir berlanjut naik 217,65 persen setara 222 poin dari harga Rp102 pada 26 Oktober 2025.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa suspensi dilakukan sebagai langkah perlindungan investor sekaligus memberi waktu bagi pasar untuk mencermati informasi yang ttersedia.
Yulianto menambahkan, keputusan suspensi tersebut mulai efektif diberlakukan pada Senin, 26 Januari 2026, dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan kondisi pasar serta keterbukaan informasi dari perseroan.
Saham yang sempat dikunci pertama kali pada Rabu (21/1/2026), pelaku pasar dapat memperkirakan suspensi jilid kedua ini akan berlangsung hingga sekitar satu minggu lamanya sebelum BEI membuka kembali perdagangan, dengan catatan tidak ditemukan indikasi lanjutan yang berpotensi mengganggu keteraturan pasar.
Tentunya, usai digembok suspensi lanjutan kali ini, saham BAIK akan diganjar skema pengawasan khusus BEI atau Full-Call Auction Kategori 10. (*)
Related News
Saham FILM Longsor 91,20 Persen, Medio 2026 Mulai Tabulasi Laba
Emiten Hapsoro (MINA) Berbalik Untung 113 Persen, Saham Layak Koleksi?
Perdana, ANTM Sodorkan Produk Edisi Kemerdekaan 2026
Usai Berstatus HSC, BEI Pelototi Sejumlah Proyek BKDP, Mangkrak?
Tambah Porsi Senilai Rp42,77M, Budi Delta Kini Kuasai 37,65 Saham BUDI
Semester I Laba Bersih TUGU Tembus Rp480 Miliar, ini Penopangnya





