EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mencatatkan emisi obligasi dan sukuk. Mulai dari Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025.

Menurut keterangan BEI, Kamis (8/1), obligasi tersebut terbagi jadi dua seri. Seri A Rp84,53 miliar berbunga 5,85% dan seri B Rp267,43 miliar berbunga 6,5%.

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025 adalah idA+ (Single A Plus) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian ada Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 PT Eagle High Plantations Tbk. Rinciannya, obligasi Rp210 miliar terdiri dari dua seri, yakni seri A Rp67,195 miliar berbunga 9,75% dan seri B Rp142,805 miliar berbunga 11%.

Sementara untuk sukuknya juga jadi dua seri. Di antaranya seri A Rp171,7 miliar dengan indikasi tingkat nisbah setara 9,25% dan seri B Rp118,3 miliar dengan indikasi nisbah setara 11%.

Hasil pemeringkatan dari PEFINDO untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 Eagle High Plantations adalah idA- (Single A Minus) dan idA- sy (Single A Minus Syariah) dengan Wali Amanat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Selain itu, ada BEI juga mencatat Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 yang terdiri dari tiga seri. Antara lain, seri A Rp75 miliar berbunga 6,75%.

Kemudian seri B Rp125 miliar berbunga 7,75%, dan seri C Rp300 miliar berbunga 8,95%.

Hasil pemeringkatan dari PEFINDO untuk Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 adalah idA+ (Single A Plus) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Dengan realisasi itu, BEI telah mencatatkan total 4 emisi obligasi dan sukuk dari 3 emiten senilai Rp1,35 triliun dalam 5 hari perdagangan awal tahun 2026. (*)