OJK Nilai Kinerja Industri Tetap Stabil Meski Ada 7 BPR-BPRS Ditutup
:
0
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan. dok. Investor Daily.
EmitenNews.com - Kinerja industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil sepanjang 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan hal tersebut, meskipun ada penutupan tujuh BPR/BPRS.
Dalam konferensi pers, Jumat (9/1/2026), Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae memaparkan bahwa total aset BPR-BPRS tumbuh sebesar 5,38 persen year on year (yoy) per November 2025.
OJK mencatat pertumbuhan aset didukung oleh penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 5,48 persen yoy pada periode yang sama menjadi sebesar Rp176,66 triliun.
Yang juga menggembirakan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencatatkan pertumbuhan yang baik, yakni sebesar 5,07 persen yoy menjadi sebesar Rp167,7 triliun.
Lalu, kinerja industri BPR-BPRS juga tetap terjaga dengan rasio capital adequacy ratio (CAR) untuk BPR dan BPRS masing-masing sebesar 29,32 persen dan 19,01 persen, berada di atas threshold sesuai ketentuan.
Satu hal, meskipun rasio non-performing loan (NPL) terpantau mengalami sedikit peningkatan secara tahunan (yoy), dalam penilaian Dian bahwa risiko kredit pada industri BPR-BPRS tetap manageable.
Jumlah BPR-BPRS yang ditutup sepanjang 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20 BPR-BPRS.
Ketujuh BPR-BPRS yang ditutup pada 2025 antara lain BPRS Gebu Prima, BPR Dwicahaya Nusaperkasa, BPR Disky Suryajaya, BPRS Gayo Perseroda, BPR Bumi Pendawa Raharja, BPR Artha Kramat, dan BPR Nagajayaraya Sentrasentosa.
Dua BPR terakhir, yakni BPR Artha Kramat dan BPR Nagajayaraya Sentrasentosa, ditutup berdasarkan permintaan dari pemegang saham. Sedangkan sisanya ditutup karena gagal untuk melakukan upaya penyehatan bank.
Penurunan jumlah BPR-BPRS yang ditutup pada 2025 sejalan dengan upaya penguatan industri BPR-BPRS yang telah tercantum dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS (RP2B) 2024-2027.
Related News
BEI Jatuhkan Sanksi SP3 ke Perusahaan Ini
BEI Ungkap 4 Perusahaan Antre IPO
BEI Dukung Penuh Rencana DPR Tarik Dana BPJS-Taspen ke Pasar Modal
DPR Buka Potensi Manfaatkan Fund Negara Rp1.200T Masuk Pasar Modal
Utang Luar Negeri Naik Jadi USD444,4 Miliar, Cek Kata BI dan Purbaya
Daftar Terbaru 51 Saham HSC, Ada PGUN hingga WBSA





