EmitenNews.com - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) memutuskan membagikan dividen tunai final sebesar Rp110,4 miliar atau setara Rp4,08 per saham untuk tahun buku 2025. Di saat yang sama, produsen alat kesehatan tersebut juga menyiapkan program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen (Management Employee Stock Ownership Program/MESOP) melalui pengalihan saham treasuri.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 8 Juni 2026 di fasilitas produksi Perseroan di Mojoagung, Jombang.

Pembagian dividen tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Perseroan dalam memberikan imbal hasil yang konsisten kepada pemegang saham, seiring kinerja keuangan yang terus bertumbuh.

Selain menyetujui penggunaan laba bersih, pemegang saham juga memberikan restu terhadap pelaksanaan program MESOP dengan jumlah tahap awal sebanyak-banyaknya 17 juta saham treasuri.

Program tersebut ditujukan bagi karyawan, Direksi, dan Dewan Komisaris sebagai bagian dari strategi meningkatkan keterikatan dan penyelarasan kepentingan antara manajemen dengan pemegang saham.

Harga pelaksanaan MESOP akan ditetapkan berdasarkan nilai wajar pada tanggal pemberian (grant date) dan tidak boleh lebih rendah dari harga pembelian kembali saham (buyback). Saham yang diperoleh peserta program juga akan dikenakan masa penguncian (lock-up period) selama 12 bulan.

Kinerja Kuartal I Melesat

Dukungan terhadap pembagian dividen dan implementasi MESOP tidak lepas dari kinerja Perseroan yang masih menunjukkan pertumbuhan solid pada awal tahun 2026.

Sepanjang kuartal I 2026, OMED membukukan pendapatan sebesar Rp572,2 miliar atau tumbuh 31,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang lonjakan volume penjualan sebesar 54,1%.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih meningkat 35,4% secara tahunan menjadi Rp99 miliar, sementara EBITDA tumbuh menjadi Rp131,4 miliar dengan margin EBITDA mencapai 23%.