Operasi Modifikasi Cuaca Digelar di Langit Jabar Hingga 29 Januari
Ilustrasi bencana tanah longsor di Bandung Barat. Dok. Pemprov Jabar.
EmitenNews.com - Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah titik di Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan, pemerintah bakal menggelar Operasi Modifikasi Cauca (OMC) 25-29 Januari 2026, berpusat di Pangkalan TNI AU (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung. Hingga Senin pagi (26/1/2026), diperkirakan masih terdapat 17 orang korban tewas akibat bencana tanah longsor di Bandung Barat.
Operasi yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta TNI Angkatan Udara itu, untuk mendukung pencarian korban yang masih tertimbun tanah longsor.
Dengan Operasi Modifikasi Cuaca ini, tim evakuasi bencana tanah longsor di Desa Pasir Langu diharapkan dapat bekerja maksimal dan bantuan logistik mencapai warga tanpa hambatan cuaca buruk.
Pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, bencana tanah longsor menghantam wilayah Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah, Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga Senin pagi (26/1/2026), BNPB mengonfirmasi 17 orang jadi korban tewas akibat bencana itu.
Di luar itu, menurut Direktur OMC BMKG Budi Harsoyo, Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah titik di Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan.
"Operasi ini bertujuan memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, dengan cara meredistribusi atau mengurangi curah hujan tinggi sebelum masuk ke wilayah padat penduduk atau area rawan bencana," kata Budi Harsoyo dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
TNI Angkatan Udara mengerahkan satu armada pesawat Cassa 212 dengan nomor registrasi A-2107 dalam operasi hari ini.
"Tim melaksanakan sorti satu pada pukul 09.50 WIB dengan fokus menyemai awan di wilayah Jatiluhur. Langkah ini secara spesifik membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik di daerah terdampak tanah longsor, khususnya di Desa Pasir Langu, Cisarua," ucapnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan, Gubernur Jawa Barat menginstruksikan langsung operasi ini sebagai langkah proaktif pemerintah untuk melindungi masyarakat.
Pemerintah menjalankan operasi ini dengan fokus pada daerah terdampak bencana tanah longsor guna mengendalikan intensitas hujan. Dengan begitu, tim di lapangan dapat menjalankan proses evakuasi dan mobilisasi bantuan logistik secara lancar tanpa terkendala faktor cuaca.
Operasi Modifikasi Cuaca diharapkan mampu mengendalikan intensitas hujan di titik-titik rawan. Dengan begitu tim evakuasi di Desa Pasir Langu dapat bekerja maksimal dan bantuan logistik mencapai warga tanpa hambatan cuaca buruk.
"Dalam kondisi saat ini, baik Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi meski operasi modifikasi sedang berjalan. Masyarakat juga bisa memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG atau saluran komunikasi resmi pemerintah daerah," tambah Herman Suryatman.
Masyarakat juga diminta memastikan saluran air di lingkungan sekitar bersih dari sampah untuk meminimalisir risiko banjir lokal. Terpenting tetap tenang namun waspada agar dapat selamat dari potensi cuaca ekstrem. ***
Related News
Derita Samin Tan, Lahan Tambang Disita, Denda Rp4,2 Triliun Menanti
Cuaca Ekstrem Intai Jakarta Hingga 1 Februari, Ini Tindakan Pemprov
WEF 2026 Davos. Presiden Ungkap Komitmen Hapus Regulasi Tidak Efisien
KLH Ungkap Proyek Sampah Jadi Listrik Cuma Atasi 13 Persen Tumpukan
Polri Terapkan Respon Cepat Layanan Masyarakat, Segera Hubungi 110
Pulang Dari Davos Prabowo Kumpulkan Menteri, Cek Perkembangan PSN





