Optimistis Prapenjualan Tumbuh Hingga 5 Persen, ini Skema yang Dijalani LPKR
EmitenNews.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) optimistis tren perbaikan ekonomi akan turut mendongkrak kinerjanya di 2022 hingga 5 persen. Adapun tahun ini LPKR menargetkan pra-penjualan akan mencapai Rp 5,2 triliun atau naik 5% dari realisasi tahun lalu Rp 4,96 triliun.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) LPKR, John Riady, tahun ini banyak faktor yang mendorong kinerja moncer sektor properti. Utamanya, kinerja perekonomian nasional yang mulai pulih sejak akhir tahun lalu secara perlahan juga mengerek kinerja sektor properti hingga melanjutkan tren perbaikan pada 2022.
"Secara alamiah, permintaan properti masih sangat tinggi. Untuk hunian saja, kepemilikan di DKI Jakarta hanya 46%. Apalagi Indonesia sudah masuk dalam negara dengan PDB di atas level USD3.500, yang memungkinkan peningkatan kepemilikan hunian," jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (4/2).
Adapun perseroan juga telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis antara lain meluncurkan klaster baru produk rumah tapak dengan harga terjangkau. Selain itu, melakukan penetrasi pasar yang lebih luas pada segmen high income dan apartemen mid-rise, serta meningkatkan permintaan terhadap unit apartemen siap huni.
Di samping itu, perseroan juga melihat efek positif yang dihasilkan dari insentif pemerintah dalam bentuk Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 50% dan Relaksasi rasio loan to value/financing to value (LTV/FTV) pun diperpanjang hingga hingga Juni 2022.
John menekankan, para pelaku di sektor properti mendorong pemerintah untuk memperpanjang PPN DTP hingga Desember 2022. Hal ini agar sektor properti dapat terus tumbuh.
"Kebijakan ini diyakini dapat menjaga kondisi pasar properti di 2022 tetap stabil. Kebijakan ini juga akan menjadi elemen kunci sektor properti di tahun ini," tekan John.
Related News
Komisaris Indospring (INDS) Tampung Beli 100 Ribu Saham Kala Harga ARB
Gugatan PKPU Sudah Dicabut, TAMU Pastikan Operasional Aman
Tembus Rp1,47T, Laba Astra Agro (AALI) Melonjak 28,25 Persen di 2025
OJK Bongkar Kasus Transaksi Semu Saham IMPC 2016, Ini Kronologisnya
Bos NTBK Jual Berturut 50 Juta Saham, Total Nilai Rp4,6 Miliar
Dalam Proses Akuisisi, Pengendali DPUM Diam-Diam Jual 25 Juta Saham





