EmitenNews.com - PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia hari ini, Senin, 1 November 2021 dan menjadi emiten ke- 40 yang listing sepanjang 2021 atau menjadi emiten ke- 752 dari total jumlah Emiten yang terdaftar. 

 

Saham BOBA ditetapkan pula oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Efek Syariah, dengan keputusan tersebut maka saham BOBA masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES).

 

Listing perdana, harga saham emiten makanan dan minuman tersebut menyentuh harga tertinggi atau Auto Rejection Atas (ARA). Itu setelah transaksi saham perusahaan dilakukan 708 kali, volume 1,59 juta, dan turnover 634,06. Harga perdana senilai Rp280 itu, naik 70 poin atau 25 persen menjadi Rp350 per lembar. 

 

Dalam IPO ini, Perseroan menerbitkan saham biasa sebanyak 140.000.000 setiap saham atau sebanyak 12,11% dari seluruh total modal disetor penuh setelah IPO, dengan Harga Penawaran sebesar Rp280 setiap saham sehingga dana yang akan diperoleh Perseroan melalui pelaksanaan IPO ini adalah sebesar Rp39,2 miliar

 

Dana yang akan diperoleh dari hasil penawaran umum ini setelah dikurangi biaya emisi digunakan sebagai modal kerja Perseroan untuk pembelian bahan baku, bahan penunjang, biaya operasional dan biaya pemasaran/marketing untuk memperluas jaringan pemasaran dengan pendistribusian ke daerah-daerah lain serta promosi-promosi yang dilakukan ke daerah lain guna mendukung pertumbuhan Perseroan kedepannya.

 

Pihak yang bertindak selaku Penjamin Pelaksana Emisi dalam IPO Perseroan ini adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia.

 

"Kami optimis terhadap prospek usaha Perseroan ke depan, mengingat bisnis Perseroan di industri makanan dan minuman tanah air memiliki potensi untuk bertumbuh dengan dukungan permintaan konsumsi masyarakat kelas menengah akan menjadi katalis positif bagi penjualan produk makanan-minuman yang diproduksi oleh Perseroan di masa mendatang,"kata Direktur Utama Perseroan, Yunita Sugiarto, dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/11).

 

Sebagai informasi saja, berdasarkan data Bookbuilding yang dilakukan oleh Perseroan pada tanggal 5-11 Oktober 2021, diketahui adanya Oversubscribed pesanan saham sebanyak 2,63 kali dari total penawaran atau 5,25 kali dari porsi pooling.