EmitenNews.com—PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) merupakan perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia dan salah satu perusahaan panas bumi terbesar secara global yang diukur dengan kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik, pada hari ini telah resmi mencatatkan sahamnya untuk diperdagangkan di Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham PGEO.

 

PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) atau PGE, entitas usaha PT Pertamina (Persero) atau PGEO resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat (24/2/2023). Berdasarkan data BEI, Pertamina Geothermal akan menjadi perusahaan tercatat ke-19 di BEI pada 2023. 

 

PGE menjadi emiten dengan perolehan dana IPO terbesar ke 5 dibawah beberapa emiten pendahlunya yang mendarat di BEI dengan perolehan dana IPO yang lebih besar.

 

Urutan peretama ada Bukalapak (BUKA) dengan dana perolehan dana IPO Rp21,9 triliun, lalu ada Mitratel (MTEL) senilai Rp18,79 triliun, berikutnya Gojek Tokopedia (GOTO) Rp13,72 triliun, diperingkat ke empat ada Adaro Energy (ADRO) Rp12,24 triliun.

 

Perseroan menawarkan ke masyarakat sebanyak 10.350.000.000 saham biasa atas nama, yang mewakili sebesar 25,00% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan dan ditawarkan dengan Harga Penawaran Rp875,- setiap saham. Perseroan telah melaksanakan Penawaran Umum sejak 20–22 Februari 2023 dan berhasil meraih dana sebesar Rp9.056.250.000.000,-.Lebih lanjut Perseroan juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 1,50% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham atau sebanyak-banyaknya 630.398.000 saham untuk Program Opsi Pembelian Saham Kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan (Management and Employee Stock Option Program (MESOP).