EmitenNews.com - Lonjakan tambahan kasus infeksi virus Corona (Covid-19), di Indonesia terjadi lagi. Hari ini, kasus baru Covid-19 lebih tinggi dibanding kemarin. Kamis (27/1/2022), pemerintah melaporkan tambahan kasus infeksi virus yang awalnya dikabarkan berasal dari Wuhan, Hubei, China itu, sebanyak 8.077 orang, lebih dari setengah disumbangkan oleh DKI Jakarta. Bandingkan tambahan Rabu (26/1/2022), yang 7.010 kasus baru. Pandemi Covid-19 belum melandai betul.

 

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan data terbaru pandemi Covid-19 itu, sesuai informasi yang dirangkum dalam 24 jam terakhir, mulai Rabu (26/1/2022) siang hingga Kamis pukul 12.00 WIB. Masyarakat bisa mengakses data tersebut melalui laman https://covid19.go.id/, atau situs resmi Kementerian Kesehatan, kemkes.go.id, yang setiap sore diperbarui.

 

Dengan tambahan baru sebanyak 8.077 penderita itu, total kasus positif virus Corona penyebab coronavirus disease 2019 (Covid-19), di Indonesia hingga hari ini sebanyak 4.309.270 orang.

 

Jumlah itu terhitung sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya penderita infeksi virus SARS-CoV-2 itu, di Indonesia, Senin (2/3/2020). Kasus perdana itu, menimpa pasangan ibu dan anak perempuannya, warga Kota Depok, Jawa Barat. Sejak kasus pertama tersebut, jumlah penderita infeksi virus SARS-CoV-2 di Tanah Air terus bertambah. Pandemi Covid-19 kini menjadi momok menakutkan, seperti yang juga melanda berbagai negara di dunia.

 

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat dengan tambahan sebanyak 8.077 penderita itu, lebih dari setengahnya disumbangkan oleh DKI Jakarta. Hari ini, provinsi yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan itu, menyumbangkan sebanyak  4.149 kasus positif Covid-19.

 

Kemudian berturut-turut Jawa Barat di tempat kedua. Provinsi yang digawangi Gubernur Ridwan Kamil itu, menyumbangkan 1.744 orang penderita infeksi virus Corona, Kamis ini. Di bawahnya, ada Banten. Provinsi yang dipimpin Gubernur Wahidin Halim itu, mencatat kasus baru Covid-19 sebanyak 1.291 orang.

 

Karena pandemi Covid-19 belum benar-benar melandai, mari terus menegakkan protokol kesehatan secara ketat. Ini penting, untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19, yang telah melanda negeri kita sejak Senin, 2 Maret 2020, saat kasus perdana diumumkan Presiden Jokowi.

 

Setelah itu kita berharap virus SARS-CoV-2 ini, enyah dari Tanah Air. Dengan begitu kita semua bisa kembali hidup normal seperti ketika pandemi Covid-19 belum melanda Negeri tercinta ini. ***