EmitenNews.com - Pemerintah mengupdate kembali data pandemi Covid-19. Meski tambahan hari ini, lebih banyak dari kemarin, tetapi tetap di bawah seribu kasus baru. Jumat (15/4/2022), Indonesia mencatat sebanyak 922 kasus infeksi virus Corona, atau coronavirus disease 2019 (Covid-19). Bandingkan dengan tambahan Kamis (14/4/2022), yang hanya 833 kasus. Kali ini, DKI Jakarta menjadi penyumbang kasus baru terbanyak.


Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan data terbaru pandemi Covid-19 itu, sesuai informasi yang dirangkum dalam 24 jam terakhir, mulai Kamis (14/4//2022) siang hingga Jumat pukul 12.00 WIB. Masyarakat bisa mengakses data tersebut melalui laman https://covid19.go.id/, atau situs resmi Kementerian Kesehatan, kemkes.go.id, yang setiap sore diperbarui.


Dengan tambahan baru sebanyak 922 penderita itu, total pasien positif sampai hari ini menjadi 6.038.664. Demikian terhitung sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengumumkan adanya penderita infeksi virus yang awalnya dikabarkan berasal dari Wuhan, Hubei, China itu, di Indonesia, Senin (2/3/2020).


Kasus perdana ini, menimpa pasangan ibu dan anak perempuannya, warga Kota Depok, Jawa Barat. Sejak adanya kasus tersebut, seperti diumumkan Presiden Jokowi itu, jumlah penderita infeksi virus SARS-CoV-2 di Tanah Air terus bertambah. Pandemi Covid-19 kini sudah menjadi momok menakutkan, seperti yang juga terjadi di berbagai belahan dunia lainnya. Bagusnya, karena kecenderungannya kini semakin melandai.


Satgas Penanganan Covid-19 juga melaporkan pasien sembuh bertambah 2.275 menjadi 5.820.179 orang. Lalu, pasien meninggal bertambah 26 menjadi 155.820 jiwa. Data-data tersebut diperoleh setelah pemerintah memeriksa sebanyak 107.605 spesimen hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 3.108. Total kasus aktif kini sebanyak 62.665 orang.


Sementara itu, DKI Jakarta kini menyumbang jumlah kasus terbanyak dengan total 310. Disusul oleh Jawa Barat dengan total 201 kasus, kemudian Jawa Tengah dengan total 80 kasus. Kemudian, Banten: 67 kasus, Jawa Timur: 54 kasus, Kalimantan Barat: 47 kasus, DI Yogyakarta: 22 kasus, dan Bali: 21 kasus, serta Kalimantan Timur: 20 kasus. ***