EmitenNews.com - Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan koreksi hari ini. Itu mengikuti pelemahan bursa saham Amerika Serikat (AS), bursa Asia, dan ancaman kenaikan tingkat suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).
”IHSG akan bergerak pada rentang support 6.720, dan resisten 7.080,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia.
Pelemahan IHSG menembus level support penting level 7.000 juga tergambar dari tarikan fibonacci sekitar 7.035. Namun, koreksi seolah tertahan MA 80, kini berada di luar bollinger band bagian bawah, dan stochastic kini berada di area over sold. Beberapa saham berpotensi naik INCO, TAPG, ASSA, ITMG, DOID, ADRO, UNVR, dan ABMM.
Pada perdagangan kemarin, IHSG drop 4,42 persen 6.909,75. Itu akibat lompatan suku bunga The Fed. Kondisi itu, diperparah inflasi Indonesia April 2022 mencapai 3,4 persen, dibanding bulan sebelumnya 2,6 persen. BI berpotensi meningkatkan tingkat suku bunga. Sektor pendorong penguatan IHSG yaitu teknologi surplus 4,98 persen, keuangan minus 4,44 persen, dan infrastruktur naik 3,37 persen. Investor asing mencatat net sell Rp2,6 triliun, dengan saham paling banyak dijual BBCA, BBRI, dan ADRO.
Bursa saham AS mengalami pelemahan sangat dalam. Indeks Nasdaq nyungsep 4 persen. Pagi ini, indeks bursa Asia kembali menyusur zona merah. Indeks Nikkei tekor 1,8 persen, dan indeks Kospi melepuh 1,9 persen. Pelemahan indeks Asia terdampak pelemahan secara keseluruhan indeks saham AS. (*)
Related News
Perluas Layanan KPR dan Digitalisasi, BTN Gandeng Pemkot Padang
IHSG Senin Merosot ke 6.365, Transaksi TPIA Terbesar tapi Harga Anjlok
Danantara Buka Kartu BUMN Raksasa Siap IPO Guna Kerek Likuiditas Pasar
IHSG Tengah Hari Amblas 0,49%, 10 dari 11 Sektor Kompak Merah
IHSG Meluncur Menguat di Atas 6.400, Sambut Euforia HUT Pasar Modal RI
IHSG Menguat, Serbu Saham BBRI, BREN, MDKA, BRMS, dan ARCI





