EmitenNews.com - Teka-teki bagaimana reaksi pasar uang merespon pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR terjawab sudah. Satu dua jam setelah Presiden meninggalkan DPR, rupiah yang dalam beberapa hari tertekan dan jatuh mendekati Rp17.800 per dolar AS mulai terlihat bangkit.

Berdasarkan nilai konversi mata uang real time Google, rupiah yang sebelumnya berada di level Rp17.738 per dolar, menguat ke kisaran Rp17.685.

Demikian pula pantauan dari Morningstar yang juga menguat dari Rp17.738 per dolar AS pada pagi sebelum Presiden ke DPR kurs menjadi Rp17.674 per dolar AS setelahnya.

Pantauan dari konversi Bloomberg, rupiah juga menjauhi level psikologis Rp17.800 per dolar AS ke level Rp17.600 an, tepatnya di angka Rp17.691 per dolar AS.

Tren rupiah pada Rabu sore ini sejalan dengan pidato Presiden dalam Rapat Paripurna dimana pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 pada tahun anggaran 2027.

"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," kata Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI saat memaparkan dokumen KEM PPKF 2027 di Jakarta, Rabu.

Target asumsi makro tersebut ditetapkan pemerintah di tengah tekanan berat pada mata uang domestik yang sempat menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah di level Rp17.706 per dolar AS pada penutupan perdagangan pasar spot pertengahan Mei 2026.(*)