EmitenNews.com - Pascamudik lebaran diperkirakan 10-12 ribu pendatang baru dari berbagai daerah masuk ke Jakarta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mengantisipasi arus urbanisasi ini.

Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim mengatakan fenomena urbanisasi pascalebaran terus terjadi setiap tahun di Jakarta. Ia menilai jumlah pendatang yang diperkirakan mencapai 10-12 ribu orang tahun ini masih tergolong kecil dibandingkan sebelumnya.

“Jumlah itu sebenarnya tidak besar dibandingkan pada 10-20 tahun lalu yang jauh lebih tinggi,” ujarnya pada perbincangan dengan RRI Pro 3, Selasa 24/3. Menurut dia, pemerataan pembangunan daerah serta mahalnya biaya hidup di Jakarta menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk merantau.

Chico menekankan masyarakat kini lebih mempertimbangkan kemampuan ekonomi sebelum datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan yang layak. Urbanisasi turun karena mereka memahami biaya hidup tinggi di Ibu Kota memerlukan kesiapan finansial serta mental yang matang.

“Kalau tidak, tentu akan sulit bertahan karena persaingan kerja di Jakarta sangat ketat dan menuntut kemampuan,” ujarnya. Faktor pendidikan, pengalaman kerja, serta tabungan menjadi penting sebelum seseorang memutuskan datang ke Jakarta.

Chico menegaskan pemerintah daerah tidak akan menggelar operasi yustisi, tetapi fokus pada sosialisasi serta pendataan administrasi bagi pendatang baru. Di sini peran RT dan RW sangat penting dalam memastikan pendatang melapor dan tercatat secara administratif dengan baik.

“Pendatang tetap diterima, tetapi harus tertib administrasi agar pemerintah dapat melakukan pendataan dan memberikan pelayanan secara tepat,” ujarnya. Menurut dia, pendekatan persuasif lebih efektif dibandingkan tindakan represif dalam mengelola arus urbanisasi pascalebaran di Jakarta.

Chico menambahkan setiap tahun terdapat warga keluar Jakarta sehingga jumlah pendatang baru tetap dapat dikendalikan secara seimbang. Kondisi tersebut membuat angka urbanisasi tidak menjadi beban besar karena masih dalam batas yang dapat dikelola.

Chico juga menggarisbawahi pentingnya kesiapan individu sebelum merantau agar tidak menambah angka kemiskinan serta persoalan sosial di Jakarta. “Administrasi kependudukan harus sudah selesai di daerah asal, tabungan cukup selama mencari pekerjaan di Jakarta, serta miliki keterampilan,” ujarnya.(*)